Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Aerosport Perlu Perjuangan Ekstrakeras di PON

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

PRESTASI lima subcabang olahraga dirgantara atau aerosport Jateng yang akan tampil di PON XIX di Jawa Barat, 17 – 29 September cukup menjanjikan. Ada 27 atlet Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) Jateng lolos dari babak kualifikasi yang akan berebut medali di 38 nomor perlombaan. Mereka adalah lima orang dari subcabang aeromodeling, dua dari gantole, tujuh dari paralayang, delapan di terbang layang dan lima mengadu ketangkasan pada terjun payung.

Dari lima subcabang FASI itu, peluang besar untuk menyumbangkan medali emas ada di aeromodeling dan paralayang. Hal ini bisa dilihat dari data KONI Jateng yang menyebutkan, saat babak kualifikasi PON lalu, aeromodeling menyumbang dua emas, tiga perak dan tiga perunggu, kemudian paralayang menghasilkan dua emas, dua perak dan dua perunggu.

Sementara tiga subcabang lain juga tak mengecewakan. Misalnya terbang layang mampu meraih satu perak dan satu perunggu, kemudian gantole dan terjun payung juga menyumbang medali perunggu. Ini artinya secara keseluruhan cabang aerosport sangat potensial menyumbang medali emas, perak maupun perunggu bagi kontingen PON Jawa Tengah.

Untuk mengetahuan bagaimana persiapan para atlet FASI Jateng selama pemusatan latihan yang berlangsung di beberapa daerah ini, SMNetwork memperbincangkan dalam Spirit PON Jateng secara live di TVKU, Kamis (18/8) pukul 16.30 – 17.30 WIB. Narasumber yang hadir adalah Adrian P dari paralayang, David Gunawan dari aeromodeling dan Rochman Setiawan dari gantole.

Tampaknya, perebutan medali di ‘’udara’’ Jawa Barat nanti tak lepas dari persaingan Jatim, Jateng, DKI Jaya,  Sulut, Papua, Kaltim. Sebut saja untuk paralayang, atlet-atlet Jateng seperti Elisa S Manueke, Lilik Darmono, Hening Paradigma, Efendi Nur Ichsan, Thomas Widoyanto, Muhibin, dan Dewanto Basuhendro akan bersaing dengan par atlet Jateng yang memperlihatkan prestasi cukup bagus di babak kualifikasi PON.

Pengenalan Lapangan

Pesaing dari Jabar dalam latihan di Subang sudah mampu mencapai prestasi yang cukup bagus, rata-rata mencapai 50 km lebih. Bahkan dalam sesi latihan atlet Jatim, Reza C Kambe mampu mencapai jarak terjauh 70 km, terbang dari Sumedang dan mendarat di Purwakarta dalam pengenalan lapangan.

Sementara di cabang aeromodeling, lima atlet yakni Gunawan Prasetya, Ian Cahya Ismail, David Gunawan, Nanik Novianti dan Noor Rina Saidatul U juga membutuhkan perjuangan maksimal untuk mencapai target yang dibebankan oleh KONI Jateng. Pasalnya, para dari Jabar, Yogyakarta, Jatim dan DKI bisa saja menjadi sandungan. Namun David dan Nanik cukup otpimistis menatap pesta olahraga nasional ini, walau dukungan peralatan sangat minim dari pemerintah.

Kemudian di terbang layang, Jateng akan bersaing ketat dengan Jatim, DKI, Jabar, Papua dan juga Kaltim. Para penerbang andalan masing-masing daerah umumnya sudah mencoba areal perlombaan di Lapangan Udara Kalijati dan juga Lapangan Udara Suryadarma.

Lalu dalam terjun payung, udara Jabar kiranya masih diisi para peterjun kawakan nasional. Sebut saja peterjun andalan Sulawesi Utara, Pingkan Nathalia Mandagi yang sudah berulang kali menjadi yang terbaik di arena nasional. Selain itu, peterjun Jateng diperkirakan juga harus bersaing dengan Tutik Waroka dari Yogyakarta.

Tuan rumah juga tak bisa dianggap remeh. Peterjun Jabar, Ni Putu Irma dan M Khalik sudah membuktikan kemampuan dalam sejumlah event di Tanah Air akhir-akhir ini.

Hingga kini para atlet Jateng masih menempa diri di ajang Pelatda. Bahkan tim gantole dan paralayang saat ini masih try out di Palu untuk menjajal kekuatan calon pesaing PON. Ya, mereka memang harus memacu prestasi untuk meraih prestasi optimal di pesta olahraga nasional itu.

(I Nengah Segara Seni / CN26)

Comments

comments