Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Adyos Astan Siap Kembalikan Medali Emas Peparnas

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Petenis meja Adyos Astan yang terjerat doping di arena Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016 di Jabar, menyatakan siap mengembalikan medali emas nomor tunggal kelas TT4 yang diraihnya.

Namun atlet dari Pengprov National Paralympic Committee (NPC) Maluku itu mengaku tidak tahu jika obat batuk yang dikonsumsinya ternyata terdapat unsur yang dinyatakan sebagai doping.

“Saya memang minum obat flu, karena memang sedang terserang flu saat Peparnas di Jabar. Tapi saya sama sekali tidak tahu unsur-unsur yang ada di dalam obat itu, apalagi doping. Maka saya tetap fokus ke pelatnas ASEAN Para Games (APG) 2017,” kata dia di sela-sela pemusatan latihan di kompleks Stadion Manahan Solo, Selasa (10/1).

Pria yang akrab disapa Bang Yos itu meraih dua medali emas tenis meja, tunggal dan ganda, serta perak nomor beregu pada pesta olahraga difabel empat tahunan di Jabar, Oktober lalu. Dia mengaku telah menerima surat yang menyebut dirinya melakukan doping. Dalam surat itu, dia diminta mengembalikan medali emas nomor tunggal kelas TT4, serta bonus atas raihannya itu.

Atlet yang menempati ranking 20 kelas wheelchair 4 versi ITTF Para Table Tennis itu juga menyatakan telah melaporkan segala hal berkait putusan doping itu kepada induk organisasinya, NPC Indonesia.

“Saya sudah sampaikan semua laporan kepada organisasi (NPC-red). Saya siap mengembalikan. Tidak ada sanksi dalam surat itu. Tapi saya dengar akan ada tindak lanjut, saya siap menjelaskan apa adanya,” tandasnya.

Menurut Kabid Binpres NPC Indonesia Waluyo, saat Peparnas 2016 Adyos memang terserang flu. Karena itu, atlet yang telah beberapa kali mengikuti APG dan berbagai single event tenis meja di luar negeri tersebut mengonsumsi obat flu.

“Beberapa kali Bang Yos menjalani tes doping di luar negeri juga tidak ada masalah. Maka, nanti kami akan membantu memberi penjelasan saat dilakukan sidang Dewan Disiplin. Harapan kami, dia tak dikenai sanksi skorsing karena berpotensi meraih medali di APG 2017,’’ tutur Waluyo.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments