Foto: suaramerdeka.com / dok

500 Peserta Tafisa Games Terkesan Museum Olahraga di Taman Mini

Foto: suaramerdeka.com / dok

Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com – Setelah mengikuti perlombaan pada Festival Olahraga Rekreasi Dunia atau The Association for International Sport for All (Tafisa) Games 2016, sebanyak 500 peserta dari berbagai negara diajak mengunjungi Museum Olahraga Nasional yang terletak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Presiden Tafisa, Ju-ho Chong yang langsung memimpin para delegasi. Dia mengaku terkesan dengan apresiasi yang diberikan pemerintah Indonesia kepada insan olahraga melalui museum. Sebab, tak hanya olahraga prestasi, museum ini juga menampilkan olahraga tradisional. “Saya sangat terkesan sekali dengan museum olahraga Indonesia.

Tak hanya olahraga prestasi tapi olahraga tradisional juga dipamerkan di museum ini,” kata pria asal Korea itu, di Museum Olahraga TMII Jakarta, Selasa (11/10).

Chong mengakui, pemerintah Indonesia sangat menghargai olahraga tradisional dan rekreasi. Sementara di negaranya, pemerintah hanya memasukkan cabang olahraga prestasi di museum olahraga. “Museum di Korea hanya mengabadikan olahraga prestasi saja. Museum Indonesia memamerkan semua olahraga. Ini penghargaan pemerintah kepada atlet. Ini luar biasa,” lanjutnya.

Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta mengapresiasi kunjungan para peserta Tafisa Games 2016 di museum tersebut. Menurutnya, kehadiran peserta Olimpiade-nya olahraga tradisonal dan rekreasi ke museum itu dapat mengenalkan Indonesia ke mancanegara. “Kehadiran para delegasi ini sekaligus mempromosikan Indonesia secara luas  ke mancanegara. Jadi mereka tak hanya Bali saja tahunya,” ujar Isnanta.

Dia menambahkan, melalui museum olahraga ini tamu asing yang hadir akan tahu lebih banyak tentang kekayaan Indonesia. Khusunya olahraga tradisional dan salah satu sarananya adalah melalui event Tafisa Games.

“Museum ini memajang hampir semua cabang olahraga tradisional asli Indonesia. Kalau yang dipertandingkan di Tafisa itu hanya sebagian kecil saja. Minimal dengan hadir di museum ini semua delegasi akan tahu ternyata Indonesia itu kaya. Masih banyak lagi olahraga tradisional yang kita punyai,” tambah Isnanta.

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments