Foto: Istimewa

48 Atlet Jalani Tes kesehatan

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com- Para atlet yang diproyeksikan mengikuti SEA Games 2017 Malaysia mengikuti tes kesehatan di Jakarta, Senin (7/11). Dari 215 atlet yang dipersiapkan, baru 48 yang menjalani tes tahap pertama. Mereka berasal dari cabang ski air, tenis, squash, golf, biliar dan wushu. Tes tersebut meliputi tekanan darah, tinggi badan, denyut nadi, rekam jantung dan otot tulang.

Penanggung Jawab Tes Kesehatan Haryo Tilarso mengatakan,  tes ini dilakukan untuk mengetahui lebih awal bagi para atlet terkait adanya risiko cedera sebelum mengikuti pemusatan pelatihan di bawah Satlak Prima.

“Ini merupakan pemeriksaan pendahuluan sebelum mereka ikut suatu program pelatnas Prima. Tujuan ini adalah untuk melihat apakah para atlet itu betul-betul fit dari cedera serta kelaian dari jantung, paru-paru dan lain sebagainya. Jika mereka dinyatakan fit pada hari ini maka mereka akan melakukan tes fisik di UNJ,” papar Haryo Tilarso.

Menurut dia,  jumlah atlet yang dites mungkin saja akan berkurang karena tahap yang dijalani cukup berat. Sehingga hanya atlet yang memiliki daya tubuh kuat yang berhak menjadi atlet Satlak Prima proyeksi SEA Games 2017, bahkan Asian Games 2018 mendatang.

“Jumlah tersebut bisa saja tergerus. Jika menilai atlet tersebut tak layak untuk memasuki Pelatnas, maka tidak akan kami masukkan. Kami memang memilih para atlet yang betul-betul fit dan terbaik, karena ke depannya mereka akan melakukan latihan yang lebih intensif lagi,” terangnya.

Meski demikian, pria yang menjabat sebagai Wakil Direktur Eksekutif Bidang Pelayanan Medik dan Anti Doping Satlak Prima itu juga menuturkan jika pada saat ini ada atlet yang dinyatakan tak lolos, maka bisa melakukan tes kembali di lain waktu dengan melihat seberapa jauh pada tingkat ketidaklolosannya.

“Mereka yang tersingkir kita lihat dulu apa sebabnya. Jika cedera, mereka harus sembuhkan dahulu. Tak hanya itu namun dari aspek lainnya juga dan jika merasa mampu bersaing bisa melakukan tes lagi dengan menganut sistem promosi dan degradasi,” ujar dia.

(Arif M Iqbal / CN26)

48 Atlet Jalani Tes kesehatan
*Proyeksi SEA Games 2017

JAKARTA, suaramerdeka.com- Para atlet yang diproyeksikan mengikuti SEA Games 2017 Malaysia mengikuti tes kesehatan di Jakarta, Senin (7/11). Dari 215 atlet yang dipersiapkan, baru 48 yang menjalani tes tahap pertama. Mereka berasal dari cabang ski air, tenis, squash, golf, biliar dan wushu. Tes tersebut meliputi tekanan darah, tinggi badan, denyut nadi, rekam jantung dan otot tulang.Pernanggung Jawab Tes Kesehatan Haryo Tilarso mengatakan,  tes ini dilakukan untuk mengetahui lebih awal bagi para atlet terkait adanya risiko cedera sebelum mengikuti pemusatan pelatihan di bawah Satlak Prima. ”Ini merupakan pemeriksaan pendahuluan sebelum mereka ikut suatu program pelatnas Prima. Tujuan ini adalah untuk melihat apakah para atlet itu betul-betul fit dari cedera serta kelaian dari jantung, paru-paru dan lain sebagainya. Jika mereka dinyatakan fit pada hari ini maka mereka akan melakukan tes fisik di UNJ,” papar Haryo Tilarso. Menurut dia,  jumlah atlet yang dites mungkin saja akan berkurang karena tahap yang dijalani cukup berat. Sehingga hanya atlet yang memiliki daya tubuh kuat yang berhak menjadi atlet Satlak Prima proyeksi SEA Games 2017, bahkan Asian Games 2018 mendatang. ”Jumlah tersebut bisa saja tergerus. Jika menilai atlet tersebut tak layak untuk memasuki Pelatnas, maka tidak akan kami masukkan. Kami memang memilih para atlet yang betul-betul fit dan terbaik, karena ke depannya mereka akan melakukan latihan yang lebih intensif lagi,” terangnya.

Meski demikian, pria yang menjabat sebagai Wakil Direktur Eksekutif Bidang Pelayanan Medik dan Anti Doping Satlak Prima itu juga menuturkan jika pada saat ini ada atlet yang dinyatakan tak lolos, maka bisa melakukan tes kembali di lain waktu dengan melihat seberapa jauh pada tingkat ketidaklolosannya.

“Mereka yang tersingkir kita lihat dulu apa sebabnya. Jika cedera, mereka harus sembuhkan dahulu. Tak hanya itu namun dari aspek lainnya juga dan jika merasa mampu bersaing bisa melakukan tes lagi dengan menganut sistem promosi dan degradasi,” ujar dia.

Comments

comments