KUMPULKAN POIN: Atlit dari kabupaten/kota se-Jateng-DIY berlomba mengumpulkan poin dengan menampilkan jurus wushu pada Kejurpov 2016 di Gor Pandanaran Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (14/10) petang. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

408 Atlit Wushu se-Jateng dan DIY Datang Bertanding

KUMPULKAN POIN: Atlit dari kabupaten/kota se-Jateng-DIY berlomba mengumpulkan poin dengan menampilkan jurus wushu pada Kejurpov 2016 di Gor Pandanaran Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (14/10) petang. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

KUMPULKAN POIN:Atlit dari kabupaten/kota se-Jateng-DIY berlomba mengumpulkan poin dengan menampilkan jurus wushu pada Kejurpov 2016 di Gor Pandanaran Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (14/10) petang. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com – Sebanyak 408 orang atlit olahraga wushu dari Jawa Tengah (Jateng) dan DIY selama empat hari akan meramaikan Kejuaraan Tingkat Provinsi (Kejurprov) Wushu 2016 yang digelar di Gor Pandanaran Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang. Mereka yang datang akan bertanding di dua kelas, yakni kelas jurus (Taolu) sebanyak 268 atlit dan kelas tarung (Sanda) 140 orang atlit.

Sekretaris Panitia Kejurprov Wushu 2016, Setyo Wibowo mengatakan, selain atlit dari Jateng dan DIY hadir pula atlit tamu dari Surabaya, Jawa Timur. Bersama pelatih para atlit baik putra maupun putri akan bertanding mengumpulkan poin sejak, Kamis-Minggu (13-16/10). Kejuaraan yang ditandingkan mulai kategori Junior D, C, B, A, hingga kategori Senior.

“Mereka yang datang ke sini mewakili Pengurus Kabupaten/Kota. Total ada 38 kabupaten/kota yang hadir,” kata Bowo, Jumat (14/10) petang.

Menurutnya, wushu tergolong jenis olahraga yang populer serta mulai digemari. Itu ditandai hampir kabupaten/kota di Jateng dan DIY mengirimkan atlitnya. Khusus di Kabupaten Semarang, saat ini mulai berkembang sasana wushu dengan anggota rata-rata pelajar.

“Kabupaten Semarang termasuk kantong atlit wushu. Dahulu sasana hanya ada di Ambarawa, kini sudah banyak termasuk sasana yang berkedudukan di Ungaran,” jelasnya.

Para atlit yang keluar sebagai pengumpul poin terbanyak akan mendapat piala. Panitia telah menyiapkan piala dari Bupati Semarang untuk juara umum I, II, III Sanda. Demikian halnya dengan kelas Taolu, piala akan diberikan Kapolres Semarang. Sedangkan piala untuk atlit terbaik berasal dari Disporapar dan KONI Kabupaten Semarang.

“Tahun ini Kabupaten Semarang menjadi tuan rumah, setelah sebelumnya kejuaraan yang sama digelar di Solo. Kami sebatas panitia pelaksana, sementara juri dan wasit yang menentukan panitia provinsi,” terangnya.

(Ranin Agung/CN39/SM Network)

Comments

comments