400 Pesilat Meriahkan Kejuaraan Pencak Silat Kota Semarang

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

SEMARANG, suaramerdeka. com - Sekitar 400 pesilat ambil bagian dalam Kejuraan Pencak Silat Kota Semarang di GOR Universitas Semarang (USM), Jalan Arteri Soekarno Hatta, Jumat (26/9). Mereka berasal dari 22 padepokan pencak silat yang berada di Kota Lumpia.

Beberapa padepokan itu di antarannya Perisai Diri, Cempaka Putih, Merpati Putih, Naga Hitam, Kera Sakti, Satria Ruyung Sakti, Satria Muda Indonesia dan Benteng Diri Indonesia, dan SH Teratai. Padepokan yang disebutkan terakhir, mengirimkan pesilat terbanyak, yakni lebih dari 30 orang.

Ketua Panitia Nur Faqih mengatakan, kejuaraan yang berlangsung hingga Minggu (28/9), mempertandingkan tiga kelompok umur, pra-remaja, remaja dan dewasa. Di setiap kelompok umur mempertandingkan delapan kelas untuk putra dan tujuh kelas untuk putri.

”Melalui kejuaraan ini, kami ingin melihat sejauh mana perkembangan para pesilat di masing-masing padepokan. Para pesilat yang menonjol akan dipersiapkan mewakili Kota Semarang di berbagai kejuaraan, di antaranya Popda dan Porprov,” ujar Nur Faqih.

Untuk kelompok pra-remaja dan remaja diproyeksikan mengikuti Popda SMP dan SMA yang digelar tiap tahun. Sementara di kelompok dewasa akan mewakili Kota ATLAS di ajang Porprov 2017 di Tegal. Meski masih cukup lama, IPSI Kota Semarang memang ingin memulai persiapan lebih awal.

Sementara itu, persaingan kelompok pra-remaja di hari pertama masih merata. Masing-masing padepokan meloloskan pesilatnya ke putaran kedua. Dari Perisai Diri misalnya, meloloskan Taufan Aji Saputra di kelas E, Dafa Yusuf Alfandi di Grup H dan Rahma Jayanti di kelas D.

Sementara dri SH Terate meloloskan Siska di Kelas D, Anggita di kelas E, David di kelas E dan Dewa di kelas A. Dari Satria Muda Indonesia memunculkan Indriana Masrudiyati di kelas D dan Salsya Vivi di kelas F. Babak penyisihan masih akan berlangsung hingga besok.

”Kami harap muncul pesilat-pesilat tangguh, tidak hanya dari kelompok pra remaja dan remaja, namun juga di kelompok dewasa. Tak dapat dipungkiri, Semarang masih kekurangan pesilat dewasa,” tandas Nur Faqih.

(Hendra Setiawan / CN26)

Comments

comments