Foto: suaramerdeka.com/Dok

40 Atlet Bersaing di Lindu Aji Fighting Championship

Foto: suaramerdeka.com/Dok

Foto: suaramerdeka.com/Dok

SEMARANG, suaramerdeka.com – Sebanyak 40 atlet dari sekitar 20 sasana akan menguji ketangkasan dalam tarung gaya bebas Lindu Aji Fighting Championship ke-13 yang rencananya akan digelar di GOR Bahurekso Kendal, 17 Desember mendatang.

Event tahunan ini diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet potensial daerah yang berprestasi. Mengingat sebenarnya di daerah banyak sasana-sasana dengan atlet tarung bebas potensial. Ketua Panitia Lindu Aji Championship ke-13, Untung Budiarso mengatakan, beberapa tahun terakhir banyak lahir atlet tarung bebas dari beberapa daerah di Jateng, Seperti Solo, Purwokerto, Kebumen dan beberapa wilayah lain.

“Pemilihan Kendal sebagai tempat Lindu Aji Championship ke-13, juga untuk memberikan ruang bagi atlet-atlet di daerah. Kami ingin melakukan pemerataan prestasi atlet dengan memprioritaskan daerah untuk penyelenggaraan. Tujuannya agar atlet memiliki ruang untuk mengejar prestasi,” katanya.

Lindu Aji Fighting Championship 2016 ini akan mempertandingkan 10 kelas. Di antaranya kelas 54 kg, 57 kg, 60 kg, 63, kg, 65 kg, 67 kg, 70 kg, hingga 90 kg ke atas. Dan Lindu Aji sendiri akan menurunkan sekitar 10 atlet.

Pelatih Sasana Lindu Aji Gunawan Wijaya mengatakan, atlet yang disiapkan di antaranya Suryanto di kelas 60 kg, Winardi 57 kg, Joko Pramtoro 54 kg, Danu 60 kg, Puja 70 kg, dan Hanafi 65 kg.

“Kami hanya menurunkan atlet yang memang benar-benar siap saja. Karena laga akan berat, apalagi banyak sasana yang menurunkan atlet profesional,” katanya.

Saat ini 10 atlet Lindu Aji telah disiapkan dengan program latihan rutin di RRI Semarang. “Target kami tentu memenangkan semua kelas yang kami ikuti,” tandasnya.

Sementara Nanang Setiono, sekretaris panitia Lindu Aji Fighting Championship ke-13 menegaskan, sebenarnya banyak atlet luar daerah yang ingin ikut serta dalam event ini. Hanya saja panitia harus menyeleksi atlet, karena kelas yang dipertandingkan terbatas.

Saat ini tarung gaya bebas memang sedang banyak diminati kalangan muda di Indonesia. Ini ditandai dengan banyaknya atlet-atlet baru dari berbagai daerah di Jawa Tengah yang tampil di kejuaraan profesional, seperti Pride MMA dan lain sebagainya.

“Untuk itu kami berusaha dalam menciptakan ruang bagi atlet. Kami pun sangat mengharapkan dukungan pemerintah daerah dalam suksesnya event ini,” tandasnya.

(Lanang Wibisono/CN39/SM Network)

Comments

comments