Foto: wikipedia

365 Pesilat Pelajar Berlaga di Arena POPDA Semarang

Foto: wikipedia

Foto: wikipedia

SEMARANG, suaramerdeka.com – Sebanyak 365 pesilat pelajar SMP dan SMA/SMK se-Kota Semarang berlaga di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda). Mereka mulai bertanding di di Gelora Prof Sudarto SH di USM Semarang mulai Kamis – Sabtu (26-28/Februari).

Para pelajar itu terdiri dari 224 pelajar dari 59 SMP dan 141 pelajar dari 50 SMA/SMK di Semarang. Para pesilat itu berasal dari beberapa perguruan mulai dari Perisai Diri, Tapak Suci, Setia Hati Terate, Naga Hitam, Satria Ruyung Sakti, Persinas Asad, Merpati Putih, dan beberapa perguruan lainnya. Di Semarang setidaknya ada 19 perguruan silat yang berasal dari berbagai aliran.

Popda kali ini hanya mempertandingan nomor laga. Beberapa pesilat ada yang masih pemula, namun beberapa lainnya lagi sudah mampu menampilkan teknik tendangan, pukulan, hingga bantingan. “Saya senang dengan minat para pelajar terhadap silat cukup besar. Kami juga merasa berterima kasih kepada USM Semarang yang menyediakan Gelora Prof Sudarto SH ini untuk ajang pertandingan Popda,” kata Delegasi Teknik Pengurus Kota IPSI Semarang, Tri Martono, kemarin.

Sementara pesilat Sridanti dari SMA PL Don Bosko merasa gembira bisa tampil untuk pertama kalinya dalam sebuah ajang pertandingan silat. “Saya berlatih silat sejak SMP. Kemudian meneruskan lagi di SMA. Dengan ikut berlaga, saya bisa mengenal para pelajar lain sesama Pecinta seni beladiri silat. Kita harus mencintai silat warisan budaya Indonesia,” ujarnya. Ia berlaga membawa nama sekolah bersama tiga temannya.

Festival

Sementara itu acara yang didukung penuh oleh Disospora Kota Semarang yang dilaksanakan oleh IPSI Kota Semarang ini menggelar festival pencak silat di tempat yang sama pada Jumat malam (27/2) pukul 19.00. Sebanyak 19 perguruan telah mencatatkan diri untuk memamerkan jurus-jurus andalan dan ampuhnya. Mereka menggabung gerak silat dengan gamelan ataupun musik lainnya sehingga menampilkan keindahan seni beladiri.

“Setiap perguruan diberi waktu 15 menit. Mereka bebas berkreasi. Kami sangat menghargai penampilan mereka. Warisan budaya Indonesia ini harus kita lestarikan dan kita kembangan bersama,” kata Delegasi Teknik Pengurus Kota IPSI Semarang, Tri Martono.

Tiap perguruan tampil dengan seragam silat khas masing-masing. Mereka akan mengeluarkan jurus tangan kosong hingga senjata untuk menunjukkan kekayaan teknik silat negeri ini.

(Hendra Setiawan/CN39)

Comments

comments