Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

30 Pesilat Siap Pertahankan Juara Umum Kejuaraan Dunia

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Sebanyak 30 pesilat nasional Indonesia bersiap mempertahankan gelar juara umum dalam Kejuaraan Dunia dan Festival Internasional Pencak Silat 2016. Mereka bakal bersaing menghadapi para atlet dari sekitar 40 negara pada ajang yang digelar di Bali, 3-8 Desember mendatang itu.

“Persaingan panas bakal terjadi. Tapi tim kami bertekad mempertahankan gelar juara umum,” kata pelatih pelatnas pencak silat, Rony Syaifullah, Rabu (30/11).

Kejuaraan dunia terakhir digelar di Thailand, 2015 lalu. Kala itu, tim Indonesia membawa pulang sembilan medali emas sekaligus gelar juara umum dari Negeri Gajah Putih.

“Kini seluruh awak tim telah benar-benar siap untuk kembali menjadi peraih medali emas terbanyak pada persaingan di GOR
Lila Buana Denpasar, nanti,” tandas Rony.

Tim Merah-Putih berkekuatan 17 atlet putra dan 13 atlet putri. Secara keseluruhan, terdapat 18 pesilat putra dan putri yang akan duel di kategori tanding, sedangkan 12 atlet putra-putri disiapkan bersaing di kategori seni atau tunggal-ganda-regu (TGR).

Mereka yang berasal dari berbagai provinsi, merupakan hasil seleksi nasional (seleknas) yang dilakukan di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, 25-26 Oktober lalu.

Sekitar 60 persen dari 30 pesilat dalam tim Indonesia adalah muka-muka lama, yang sebelumnya pernah terjun dalam kejuaraan dunia. Namun hanya seorang atlet dari Jateng dalam tim tersebut, yakni Sri Rahayu dari Grobogan yang biasa turun di kelas A putri.

“Pada kejuaraan dunia di Thailand tahun lalu, Sri Rahayu mendapatkan medali perak. Mudah-mudahan nanti bisa menggenggam medali emas kelas A putri,” ujar Rony.

Dengan demikian, para pesilat lama tetap menjadi andalan dalam perburuan medali emas. Namun pesilat-pesilat debutan yang banyaknya mencapai sekitar 40 persen juga diharapkan memiliki kontribusi besar dan mampu merebut gelar juara.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments