Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

20-an Atlet Pelatnas NPC Siap Duel di Para Table Tenis Indonesia Open

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Sebanyak 20an petenis meja pelatnas National Paralympic Committee (NPC) bakal bertarung dalam kejuaraan dunia ITTF Para Table Tennis World Tour Indonesia Open 2016. Mereka akan berduel melawan atlet-atlet dari berbagai negara pada ajang yang rencananya digelar di GOR RM Said Karanganyar, 19-24 Juli mendatang.

”Ajang itu sekaligus menjadi arena uji coba tim Indonesia dalam persiapan menghadapi ASEAN Para Games (APG) Malaysia 2017,” kata pelatih pelatnas tenis meja NPC, Rima Ferdianto, Senin (18/4).

Saat ini baru sekitar tujuh atlet difabel yang menjalani pelatnas di Solo. Pelatnas digelar awal guna menggembleng para petenis meja yang memburu tiket menuju Paralympic Games Rio de Janeiro (Brasil) 2016. Namun ternyata hanya David Jacobs yang telah memastikan diri mendapat tiket untuk bertarung dalam pesta olahraga difabel dunia empat tahunan di Rio de Janeiro itu.

”Meski demikian, SK pelatnas atlet lain yang tidak lolos akan diganti jadi pelatnas APG Malaysia. Mungkin pelatnasnya mulai awal Mei. Jika semua telah berkumpul, perkiraan kami ada 20-an petenis meja yang masuk pelatnas dan turun di Indonesia Open,” jelas Rima.

Berdasaran informasi yang dia terima, para atlet dari berbagai negara bakal bertarung dalam kejuaraan tenis meja di Indonesia yang kali pertama masuk daftar ITTF (Federasi Tenis Meja Internasional) tersebut. Mereka antara lain dari Jerman, Jepang, Singapura, Taiwan, Malaysia, Timor Leste dan Rusia. ”Karena kali pertama digelar di Indonesia, maka pesertanya dibatasi 150-200 orang,” tuturnya.

Soal kesiapan venue, Rima menyebut, GOR RM Said telah dicek. Beberapa hal yang perlu dibenahi, terutama menyangkut aksesibilitasnya. Terpisah, Ketua Umum Pengkab Persatuan Tenis Meja Indonesia (PTMSI) Karanganyar Waluyo Dwi Basuki menyebutkan, renovasi fasilitas pendukung kejuaraan internasional itu akan dimulai akhir April nanti.

”Hanya beberapa bagian yang akan dibenahi, seperti rehab sejumlah pintu akses keluar masuk serta kamar mandi. Secara prinsip, kami siap menjadi tuan rumah Indonesia Open,” ujar Basuki.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments