Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

17 Pecatur Unjuk Kebolehan di Liga Catur Yunior Jateng

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

SEMARANG, suaramerdeka.com – Sebanyak 17 pecatur Kota Semarang unjuk kebolehan di Liga Catur Yunior Jateng seri keempat 2015. Mereka bertanding dengan sejumlah pecatur dari kabupaten/kota lain di Gedung Kenotariatan Undip, Jalan Imam Barjo, Semarang Selatan, Minggu (24/5).

Lima di antaranya tampil di Divisi I, yakni Nuh Hakim, Aj Karim, Ardan Ardianto, Deni Prayoga ditambah Evi Yuliana. Sedangkan Divisi II diwakili Yonathan dan Tyas Cahya. Adapun untuk Divisi III, tampil empat pecatur putri dan enam pecatur putra. Di antaranya M Iqbal, Heaven, Ais, dan Cathlin.

Divisi II dan III bertarung untuk memperebutkan tiket promosi ke level di atasnya, sedangkan untuk Divisi I berusaha menjadi yang terbaik agar masuk tim bayangan PraPON Jateng. Seperti diketahui, Jateng tengah menyiapkan atlet tampil di PraPON 2015.

”Persaingan ketat. Setiap pecatur dituntut untuk berkonsentrasi penuh di setiap pertandingan. Peluang atlet dari Semarang pun terbuka lebar untuk naik kasta. Ini menjadi seri terakhir di semester pertama 2015,” ujar Sekum Percasi Kota Semarang Faizol Chayat.

Ini adalah seri keempat pada 2015 ini. Putaran pertama atau pembuka digelar di Temanggung, 22 Februari lalu. Kemudian putaran kedua di Pekalongan pada 22 maret dan seri ketiga di Salatiga pada 26 April. Pada semester kedua 2015 juga akan digelar empat seri, juga berlangsung promosi degradasi.

Ini juga menjadi ajang pemanasan para pecatur sebelum tampil dalam Kejurprov Jateng 2015 di Purbalingga pada 7-13 Juni mendatang. Percasi Kota Semarang akan memberangkatkan 12 pecatur. Mereka adalah peraih medali pada kejurprov tahun lalu di Brebes.

Akan tetapi, pengurus tak menutup pintu bagi pecatur-pecatur Kota Semarang yang juga ingin tampil di kejuaraan tersebut. Namun, pengurus tidak menanggung biaya akomodasi. Atau dapat dikatakan, para pecatur yang tidak masuk nominasi akan berangkat mandiri.

(Hendra Setiawan / CN26)

Comments

comments