Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

11 Pemain Sahabat Ikuti Seleksi PON XIX

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sebanyak 11 pemain putri Klub Bola Basket Sahabat Wisma Sehati Semarang mengikuti seleksi tim putri PON XIX Jateng. Dengan jumlah itu, Sahabat menjadi penyumbang terbanyak dari 20 pemain yang dipanggil oleh pengprov Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jateng.

Mereka adalah Yuni Anggraeni, Mariam Ulfah, Taranira Widasari, Chelly Marcelina, Amin Fatmala, Dyah Lestari, Febriana Ayu, Federika Bella, Poppy Paramitha, Dewi Putri Sungging, dan Ratnani Ayu.

Ke-11 pemain itu akan menjalani seleksi tahap pertama hingga Mei mendatang. Kemudian ada tiga pemain Sritex Dragons Solo. Ketua Klub Sahabat Wisma Sehati Semarang Poa Seng Goeng berharap, semua pemainnya itu berusaha maksimal agar masuk ke tim PON XIX Jateng.

Ini adalah kesempatan emas bagi mereka untuk tampil di ajang multicabang empat tahunan tersebut. ”Harapan kami semua bisa terpilih masuk tim Jateng. Tapi yang penting mereka harus berusaha semaksimal mungkin, saingan juga bagus di posisi masing-masing,” tandas Poa Seng, Senin (12/1).

Kendati dirinya juga ditunjuk sebagai General Manager tim PON Jateng, menjamin seleksi akan tetap fair. Artinya, jika memang kalah bersaing dengan pemain dari klub lain tetap dieliminasi. Jangan sampai ada nada miring terkait seleksi tim putri ini. Sebab, ini adalah kepentingan Jateng dalam usaha mempertahankan emas di PON Jabar nanti.

”Saya juga sudah meminta kepada pelatih yang kebetulan juga dari Sahabat untuk apa adanya jangan ada faktor kedekatan atau apa. Di seleksi ini semua pemain bersaing atas nama dan untuk Jateng,” tutur Wakil Ketua Umum Pengprov Perbasi Jateng itu.

Selaku pengurus Perbasi, ada pula jaminan seleksi berjalan dengan baik dan tidak mengutamakan salah satu klub. Pihaknya tak akan bermain main dengan seleksi ini. Sebab, perjuangan provinsi ini mempertahankan emas lebih berat. Karena itu, pemain haruslah yang terbaik menurut pelatih.

(Krisnaji Satriawan / CN26)

Comments

comments