Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

10 Paralimpian Tenis Meja Duel di Jordania

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Sebanyak 10 paralimpian tenis meja saat ini bertarung dalam kejuaraan internasional Jordania Open, yang digelar Senin-Rabu (19-21/10). Mereka memburu medali pada ajang bertajuk Al Wathani Championship yang diselenggarakan di Jordan Sports City di Kota Amman tersebut.

”Ada enam paralimpian putra dan empat putri yang tanding di Al Wathani. Selain try out menghadapi ASEAN Para Games (APG) Singapura 2015 pada 3-9 Desember mendatang, kejuaraan itu juga sebagai ajang perburuan poin menuju Paralympic Rio de Janeiro (Brasil),” kata Wakil Sekjen National Paralympic (NPC) Indonesia Sophia Prawindya, Selasa (20/10).

Para atlet putra yang memulai pertarungannya adalah Adyos Astan kelas kecacatan TT4, Agus Sutanto, Tatok Hardiyanto (TT5), Joni Bonoso (TT7), Rian Prahasta (TT8) dan Supriyatna Gumilar (TT9). Sementara paralimpian putri yakni Osrita Muslim (TT3), Tarsilem (TT4), Suwarti (TT8) dan Sella Dwi Radayana (TT10).

”Ada dua kejuaraan yang mereka ikuti di Jordania. Selain kejuaraan Al Wathani, seluruh paralimpian tersebut juga bakal bertanding pada ajang Asian Championship yang digelar 24-28 Oktober,” jelas Sophia.

Pelatih pelatnas tenis meja NPC Rima Ferdianto menambahkan, persaingan berat bakal dihadapi paralimpian Merah-Putih pada ajang terbuka internasional itu. Dia memprediksi, para atlet Tiongkok menjadi rival terberat karena negara itu mengirimkan kekuatan secara penuh.

”Dalam satu kelas saja, Tiongkok menurunkan hingga tiga atlet. Tapi tekad anak-anak akan berjuang keras untuk menghadapi lawan-lawannya. Kini kondisi awak tim, siap tempur,” ujar Rima.

Beberapa atlet ditarget menembus tiga besar pada ajang tersebut. Adyos, Rian Prahasta dan Supriyatna diharapkan mampu merebut medali di masing-masing kelasnya. Demikian pula Suwarti dan Sella menjadi andalan di nomor beregu kelas TT10.

Perburuan medali juga menjadi bidikan Agus Sutanto dan Tatok Hardiyanto. Lebih-lebih keduanya berpeluang untuk dapat memenuhi poin sebagai persyaratan menggenggam tiket menuju Paralympic 2016 di Rio de Janeiro, Brasil.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments