Wali Kota Tegal Terus Ditekan | suaramerdeka.com

Selasa , 28 Maret 2017

Home » SmCetak » Wali Kota Tegal Terus Ditekan

Wali Kota Tegal Terus Ditekan

Diminta Tanda Tangani Surat Merger Akper

21 Maret 2017 0:27 WIB Category: SmCetak, Suara Pantura A+ / A-

TEGAL- Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno akan dimakzulkan oleh DPRD jika tidak mau menandatangani surat merger Akademi Keperawatan (Akper) Pemkot Tegal ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Hal itu ditegaskan Ketua DPRD Kota Tegal Edy Suripno ketika mendampingi 800-an mahasiswa, alumni dan orang tua mahasiswa Akper Pemkot Tegal yang unjuk rasa ke Balai Kota Tegal, Senin (20/3). Edy menambahkan, pihaknya juga akan berunjuk rasa lagi ke Balai Kota jika sampai pada 24 Maret mendatang wali kota kembali tak menghadiri rapat dengan pendapat (RDP) yang akan digelar DPRD. ’’Kami akan menggelar rapat Hak Menyatakan Pendapat (HMP) untuk impeachment (pemakzulan) Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeprano,’’ tandasnya.

Sementara itu Mahasiswa dari Akademi Keperawatan (Akper) Pemkot Tegal yang unjuk rasa di Balai Kota mendesak Wali Kota Tegal Siti Masitha untuk segera menandatangani surat merger ke Kemenkes yang di-deadline 27 Maret mendatang. Aksi kali ini dengan didampingi pula mahasiswa dari Universitas Pancasaksi Tegal (UPS) dan STIMIK YMI. Mereka longmarch dari gedung DPRD menuju Kompleks Balai Kota Tegal.

Perdebatan

Unjuk rasa yang melibatkan ratusan orang termasuk dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan para aktifis tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa karena RDP membahas Akper yang tadsedianya dihadiri Wali Kota tersebut ditunda.

Wali Kota Siti Masitha diketahui sedang tugas ke Jakarta. Sempat terjadi perdebatasan antara massa dengan petugas Satpol PP yang menghalangi masuk ke Balai Kota. Mereka terhenti di depan gerbang masuk. Bahkan sejumlah anggota dewan yang diketuai Ketua DPRD Edy Suripno pun gagal bernegosiasi dengan pimpinan Satpol PP Yusmana. Yusmana bersikukuh massa tidak boleh masuk.

Sementara pihak kepolisian membantu berjaga-jaga. Setelah deadlock, massa akhirnya menerobos masuk dengan melompati pagar dan celah pintu masuk gerbang. Mereka akhirnya menempati Pendapa Ki Gede Sebayu.

Wakil Wali Kota Nursholeh, Ketua DPRD Edy Suripno dan anggota dewan lainnya Sisdiono ikut mengawal mahasiswa dalam unjuk rasa tersebut. ”Mahasiswa jangan sampai anarkis. Saya Wakil Wali Kota mendukung Akper merger ke Kemenkes. Saya akan bantu perjuangkan. aspirasi mahasiswa dan akan kita tampung,” kata Nurshleh. Sesaat kemudian ketika Nursholeh diminta mahasiswa untuk menelepon Wali Kota, ia mengaku tidak memiliki nomor teleponnya. Sontak mahasiswa pun mempertanyakan bagaimana mungkin Wakil Wali Kota tidak memiliki nomor telepon Wali Kota.

Menurut salah satu peserta aksi, Sri Fajar Anggraeni, tuntutan mahasiswa tetap sama yakni Akper tidak ditutup dan diserahkan pengelolaannya ke Kemenkes. ”Sejak tanggal 6 Maret rencananya RDP, dan hari ini (Senin, 20/3-red) juga digelar RDP namun kembali ditunda karena ketidakhadiran Wali Kota. Padahal batas waktu penyerahan surat merger ke Kemenkes 27 Maret,” kata dia.

Mengulur Waktu

Dia pun menilai Wali Kota Tegal sedang mengulur waktu. ”Jumat 24 Maret RDP, padahal seandainya Wali Kota setuju untuk merger juga mengurus dokumen waktunya terbatas. Karena tanggal 25 dan 26 itu kan hari libur,” kata dia.

Meski mengaku meragukan merger akan disetujui Wali Kota, mahasiswa masih menaruh harapan besar agar RDP berjalan sukses dan Wali Kota mau berubah pikiran. ”Secara tidak langsung Wali Kota mengulur waktu. Namun kami akan tetap mengawalRDP 24 Maret. Kami juga apresiasi kepada DPRD dan Wakil Wali Kota,” kata dia. Sementara itu baik Edy Suripno dan Sisdiono Ahmad tetap menyatakan dukungannya agar Akper dimerger ke Kemenkes. Yakni melalui mekanisme dengan menggelar RDP. ”Kita menyaksikan alotnya demokrasi.

Memperjuangkan demokrasi dengan tetesan tangis dan keringat. Hari ini (kemarin-red) kita saksikan untuk menembus hingga bisa sampai di gedung pendapa milik rakyat ini pun sangat sulit. Ada ketidakprofesionalan aparat. Padahal kami menjamin aksi tertib,” kata Edy Suripno. ”DPRD akan minta Wali Kota untuk tanda tangan dan segera mengirim surat ke Kemenkes. Wali Kota harus tanggung jawab, dan kalau tetap ditutup DPRD akan kejar tanggung jawab itu,” tandasnya. ( enn-15)

Comments

comments

Wali Kota Tegal Terus Ditekan Reviewed by on . TEGAL- Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno akan dimakzulkan oleh DPRD jika tidak mau menandatangani surat merger Akademi Keperawatan (Akper) Pemkot Tegal ke K TEGAL- Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno akan dimakzulkan oleh DPRD jika tidak mau menandatangani surat merger Akademi Keperawatan (Akper) Pemkot Tegal ke K Rating: 0
scroll to top