Uang Muka 1 Persen Naikkan Penjualan | suaramerdeka.com

Jumat , 28 Juli 2017

Home » SmCetak » Ekonomi - Bisnis » Uang Muka 1 Persen Naikkan Penjualan

Uang Muka 1 Persen Naikkan Penjualan

21 Maret 2017 2:58 WIB Category: Ekonomi - Bisnis, SmCetak A+ / A-

JAKARTA – Program uang muka 1 persen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dicanangkan pemerintah menaikkan penjualan hingga 30 persen.

Program tersebut bagian dari program penyediaan satu juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Ada kenaikan penjualan 30 persen dan serapannya beberapa bulan ini,” ujar Junaidi Abdillah, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), kemarin.

Di sisi lain, pihaknya berharap program uang muka 1 persen itu tidak hanya berlaku bagi masyarakat berpenghasilan tetap, tetapi juga masyarakat pekerja informal. Menurut dia, masih banyak pekerja informal yang belum memiliki rumah akibat tidak bankable.

“Para pedagang itu kan tidak bankable, padahal termasuk data backlog (selisih antara kebutuhan dan ketersediaan rumah-Red),” tegas Junaidi. Sejauh ini, lanjut dia, angka penjualan paling tinggi terjadi pada rumah subsidi.

Harga rumah subsidi di setiap daerah berbeda, misalnya di Papua bisa Rp 180 juta, Kalimantan sekitar Rp 130 juta, dan pinggiran Jakarta antara lain Depok, Bogor, Bekasi, dan Tangerang Rp 140 juta.

“Aturannya, rumah subsidi maksimal tipe 36 dengan luas tanah minimal 60 meter persegi,” jelas dia.

Pekerja Informal

Soal program KPR Mikro Bank BTN, Junaidi menyatakan bagus untuk menyasar para pekerja informal. Namun, perlu ada campur tangan pemerintah karena bank BUMN itu sudah mempunyai tugas berat. Apalagi KPR Mikro ditanggung penuh oleh bank.

“Kita mau pemerintah ikut masuk di situ untuk mikro, pekerja-pekerja itu (informal) sehari pendapatannya mungkin bisa Rp 4 juta, tapi kan tidak bisa mengambil (KPR) dan itu masuk data backlog,” jelas dia. Ia menyebutkan sudah ada kerja sama antara Bank BTN dengan Apersi pada KPR Mikro.

Program itu akan menyasar asosiasi- asosiasi pekerja informal, misalya asosiasi pedagang bakso, nelayan, UMKM, dan petani. Namun, pihaknya masih bingung mengenai program itu.

Jika KPR Mikro diberikan kepada asosiasi pedagang bakso, kemungkinan lokasinya di dalam kota; padahal harga lahan di tengah kota sudah mahal dan tidak memungkinkan dibangun rumah dengan KPR Mikro seharga Rp 75 juta.

“Kecuali ada campur tangan pemerintah, katakanlah bikin rumah susun untuk pedagang bakso, mungkin bisa,” tandas Junaidi.

Dia berpendapat sasaran program KPR Mikro paling tepat nelayan, UMKM, dan petani. Sebab, sebagian besar tinggal di daerah pinggiran sehingga harga lahan terjangkau. Apersi mendukung KPR Mikro, tetapi diharapkan diarahkan ke wilayah pinggiran. (bn-17)

Comments

comments

Uang Muka 1 Persen Naikkan Penjualan Reviewed by on . JAKARTA - Program uang muka 1 persen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dicanangkan pemerintah menaikkan penjualan hingga 30 persen. Program tersebut bagian dari JAKARTA - Program uang muka 1 persen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dicanangkan pemerintah menaikkan penjualan hingga 30 persen. Program tersebut bagian dari Rating: 0
scroll to top