TBRS Dibagi Menjadi Empat Panggung | suaramerdeka.com

Selasa , 28 Maret 2017

Home » SmCetak » Semarang Metro » TBRS Dibagi Menjadi Empat Panggung

TBRS Dibagi Menjadi Empat Panggung

Loenpia Jazz 2017

21 Maret 2017 1:49 WIB Category: Semarang Metro, SmCetak A+ / A-

SEMARANG – Pusat kegiatan seni dan budaya di Semarang, Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jalan Sriwijaya nomor 29 dibagi menjadi empat panggung pertunjukan. Gelaran kali ke enam Loenpia Jazz yang dihelat oleh komunitas Jazz Ngisoringin ini mengusung tajuk ”Mix Culture”. Dijadwalkan pemusik jazz lokal maupun nasional akan tampil pada 20 Mei 2017 nanti. Adapun pembagian panggung meliputi Zona Raden Saleh berkonsep seni rupa menempati area depan sekitar patung Raden Saleh, Zona Ki Nartosabdho berkonsep seni wayang kulit menempati gedung Ki Nartosabhdo, Zona Ngesti Pandowo berkonsep seni wayang orang menempati gedung teater terbuka, dan Zona Gambang Semarang berkonsep seni tari menempati gedung Serbaguna. ”Penonton masuk dengan membeli tiket atau gratis sedang kami bicarakan. Kami juga ingin memberi edukasi bahwa menikmati musik berkualitas itu tidak selalu gratis,” kata salah satu Founder Loenpia Jazz Agung Bagus Armianto saat jumpa pers di Hotel Ibis Simpanglima Semarang.

Pihaknya juga sudah mempersiapkan area parkir penonton. Ada dua tempat yang bisa dipilih. Halaman Wonderia dan parkir VIP di halaman Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah. ”Pemilihan tempat di TBRS, karena kami ingin menggunakan aset Pemerintah Kota Semarang. Kami juga mempunyai pikiran, sebenarnya di Semarang mempunyai tempat untuk acara kesenian dan budaya, tapi kenapa tempatnya seperti ini,” ucapnya.

Fasilitas Publik

Dia menjelaskan, menurut Keputusan Mendikbud No 0221/01/1991 tentang Fungsi Taman Budaya sebagai fasilitas publik, salah satunya adalah tempat diselenggarakannya kegiatan festival budaya. Menurutnya, Loenpia Jazz pada pelaksanannya merupakan festival yang tidak hanya menampilkan pertunjukan musik saja. Namun juga menggabungkan kesenian lain seperti seni rupa, seni tari, seni teater, dan lainnya. ”Kami merencanakan Wayang Orang Ngesti Pandowo juga tampil. Selain itu juga sedang kami usahakan kelompok legendaris kasidah modern dari Semarang yang sudah dikenal di kancah nasional untuk pentas,” bebernya.

Perwakilan komuntias Jazz Ngisoringin Katrina Hadriani mengatakan Loenpia Jazz kali pertama dihelat pada 2012 dengan tujuan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 komunitas Jazz Ngisoringin. Selain tema, Loenpia Jazz 2017 juga menampilkan tagline ”Om Ngejazz Om”. ”Dari awal penyelenggaraan, kami memilih tempat yang tidak mengganggu masyarakat, tidak pernah kami menutup jalan. Dari 2012 Loenpia Jazz digelar di Taman KB, Kota Lama, Pecinan, Puri Maerokoco, dan tahun kemarin di kompleks gelanggang olrahraga Jatidiri,” tutur Katrina. (akv-63)

Comments

comments

TBRS Dibagi Menjadi Empat Panggung Reviewed by on . SEMARANG - Pusat kegiatan seni dan budaya di Semarang, Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jalan Sriwijaya nomor 29 dibagi menjadi empat panggung pertunjukan. Gelar SEMARANG - Pusat kegiatan seni dan budaya di Semarang, Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jalan Sriwijaya nomor 29 dibagi menjadi empat panggung pertunjukan. Gelar Rating: 0
scroll to top