Taruna Akpol Tewas Dihajar Senior | suaramerdeka.com

Minggu , 28 Mei 2017

Home » SmCetak » Berita Utama » Taruna Akpol Tewas Dihajar Senior

Taruna Akpol Tewas Dihajar Senior

21 Saksi Diperiksa

19 Mei 2017 3:34 WIB Category: Berita Utama, Nasional, SmCetak A+ / A-
SM/Instagram Nandoadam50 FOTO KENANGAN: Foto kenangan Muhammad Adam bersama sang ibu. (66)

SM/Instagram Nandoadam50
FOTO KENANGAN: Foto kenangan Muhammad Adam bersama sang ibu. (66)

SEMARANG – Muhammad Adam (19), taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang tewas lantaran diduga dianiaya sejumlah senior. Warga Jalan Penghulu Gang Murtado RT 10 RW1 Kebayoran Lama, Jakarta itu meninggal saat mendapat perawatan di Rumah Sakit Akpol, Kamis (18/5) sekitar pukul 02.45.

Di tubuh taruna tingkat II berpangkat brigadir dua taruna (brigdatar) itu ditemukan luka lebam di dada. Menurut informasi, sebelum tewas, Adam mengikuti kegiatan malam di barak yang ditempati taruna tingkat I, II, dan III, sekitar pukul 22.00.

Adam bersama sejumlah rekan satu angkatan melaporkan sebuah kesalahan yang dilakukan taruna tingkat I yang tergabung dalam Korps Himpunan Indonesia Timur (HIT). Kesalahan ini berujung pada sanksi yang diberikan senior tingkat III kepada tingkat II yang berjumlah 22 orang.

Mereka diminta melakukan posisi mersing, yakni badan terbalik dengan kepala di bawah dan kaki di atas. Dalam posisi itu, korban ditarik seniornya, kemudian dipukuli beberapa kali di ulu hati. Tak berselang lama, korban kejang dan tak sadarkan diri. Peristiwa ini akhirnya sampai ke telinga staf pengajar dan pengampu yang kemudian membawa korban ke RS Akpol.

Namun, nyawa korban tak tertolong. Jenazah kemudian diautopsi di RS Bhayangkara. ”Dugaan sementara, tewas akibat dikeroyok seniornya. Ini dilihat dari luka lebam di bagian dada, diduga akibat pukulan berkali-kali,” ungkap Kapolda Irjen Condro Kirono. Hingga semalam penyidik Polda tengah memintai keterangan 21 saksi yang terdiri atas taruna tingkat I, II, dan III.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Djarod Padakova menambahkan, dari hasil autopsi juga ditemukan luka di paru-paru korban. ”Menurut tim medis, itu yang membuat korban gagal napas dan meninggal. Autopsi dilakukan atas persetujuan keluarga,” ujarnya.

Djarod menambahkan, penyidik menyita barang bukti berupa kopel atau sabuk dan plastik berbentuk tongkat kecil sepanjang sekitar 20 sentimeter. Djarod belum menyebutkan kepemilikan barang bukti tersebut. Kedua barang ditemukan di lokasi kejadian, yaitu flat A yang merupakan ruangan kosong.

Kapolri Mengecam

Semalam, jenazah diterbangkan dari Semarang ke Jakarta. Puluhan pelayat menyambangi rumah duka. Sejumlah karangan bunga duka cita berjejer di depan rumah, antara lain dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono. Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengecam peristiwa tragis di kampus Akpol tersebut.

”Saya menyesalkan peristiwa itu karena beberapa bulan lalu saat kunjungan ke Akpol, saya tegaskan ke seluruh taruna dan pengasuh supaya budaya kekerasan dan pemukulan tidak terjadi lagi,” kata Tito di kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta. ”Karena lebih banyak mudaratnya dan tidak banyak untungnya,” sambung Tito.

Dia memerintahkan agar kasus ini diungkap seterang terangnya lewat jalur pidana. ”Saya perintahkan Gubernur (Akpol), selain korban dibantu, juga lakukan tindakan tegas kepada taruna yang terlibat. Saya minta dipidanakan. Saya juga minta Kapolda untuk memproses pidana,” tegas Kapolri. (K44,cnn,dtc-18)

Comments

comments

Taruna Akpol Tewas Dihajar Senior Reviewed by on . [caption id="attachment_601110" align="alignleft" width="300"] SM/Instagram Nandoadam50FOTO KENANGAN: Foto kenangan Muhammad Adam bersama sang ibu. (66)[/captio [caption id="attachment_601110" align="alignleft" width="300"] SM/Instagram Nandoadam50FOTO KENANGAN: Foto kenangan Muhammad Adam bersama sang ibu. (66)[/captio Rating: 0
scroll to top