Siaga Banjir Dicabut | suaramerdeka.com

Minggu , 28 Mei 2017

Home » SmCetak » Siaga Banjir Dicabut

Siaga Banjir Dicabut

20 Mei 2017 0:09 WIB Category: SmCetak, Solo Metro A+ / A-
SM/Asep Abdullah  ALIRAN SUNGAI MENYUSUT : Aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa kian menyusut dalam beberapa minggu terakhir di Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Kamis (18/5). (37)

SM/Asep Abdullah
ALIRAN SUNGAI MENYUSUT : Aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa kian menyusut dalam beberapa minggu terakhir di Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Kamis (18/5). (37)

SUKOHARJO – Beberapa minggu memasuki musim kemarau, status siaga banjir yang diterapkan Balai Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo sejak November lalu, bulan ini resmi dicabut.

Kepala BPBD, Suprapto menjelaskan, status tersebut sudah diterapkan selama enam bulan terakhir, sejak musim penghujan pada November tahun lalu, hingga datang musim kemarau bulan ini. Bulan ini, status siaga yang menjadi peringatan bagi warga di sejumlah kecamatan rawan kebanjiran tersebut, dicabut. ”Karena beberapa minggu ini sudah memasuki musim kemarau. Sungai dan saluran air di beberapa titik menyusut drastis,” jelas dia, Kamis (18/5).

Pertimbangan lain pencabutan status tersebut, menurut Suprapto, karena pada bulan ini kekeringan sudah terjadi di sejumlah desa. Di antaranya ditandai dengan penurunan volume air, hingga warga memanfaatkan mesin pompa.

Perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), daerah lain di Jateng juga memasuki musim kemarau. ”Jadi ada tahapan kenapa dicabut. Pada 31 Maret siaga darurat kami cabut. Saat ini siaga banjir yang dicabut,” akunya. Hanya, dia melanjutkan, pihaknya meminta warga di sejumlah kecamatan rawan kebanjiran, tetap sigap dalam memantau perkembangan cuaca.

Pasalnya, dampak pemanasan global, cuaca jadi tidak mudah diprediksi. Dua tahun terakhir, terjadi musim kemarau berkategori basah, dan masih ada hujan. ”Warga di Kecamatan Grogol, Mojolaban, Polokarto, Bendosari, Nguter hingga Weru harus tetap waspada. Meski status kami cabut, tidak ada salahnya tetap waspada setiap saat,” kata dia.

Penjaga alarm di bantaran Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Siwi (43) membenarkan, debit sungai terpanjang di Pulau Jawa sudah mengalami penyusutan drastis. Saat ini ketinggian air sungai di beberapa titik yang dangkal hanya setengah meter.

Bahkan dia sudah bernafas lega, setelah beberapa bulan terakhir waswas terhadap ancaman banjir. ”Sudah lega, tetapi pemilik rumah di pinggir sungai tetap saja tidak boleh lengah. Ya untuk jaga-jaga, barangkali ada hujan dadakan,” tuturnya. (H80-37)

Comments

comments

Siaga Banjir Dicabut Reviewed by on . [caption id="attachment_601679" align="alignleft" width="300"] SM/Asep AbdullahALIRAN SUNGAI MENYUSUT : Aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa kian menyusut dal [caption id="attachment_601679" align="alignleft" width="300"] SM/Asep AbdullahALIRAN SUNGAI MENYUSUT : Aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa kian menyusut dal Rating: 0
scroll to top