PR Kejari Dua Kasus Korupsi | suaramerdeka.com

Selasa , 30 Mei 2017

Home » SmCetak » PR Kejari Dua Kasus Korupsi

PR Kejari Dua Kasus Korupsi

10 Desember 2016 2:53 WIB Category: SmCetak, Solo Metro A+ / A-

SRAGEN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen masih menyisakan pekerjaan rumah (PR) penanganan dua kasus korupsi, baik di tingkat penyelidikan dan penyidikan menjelang tutup tahun 2016.

Kedua kasus tersebut, yakni kasus dugaan korupsi penjualan tanah kas Desa Gringging, Kecamatan Sambungmacan, serta kasus dugaan penyimpangan PAD/pajak retribusi dari sektor penambangan galian C tahun 2015-2016. Kasi Pidana Khusus Kejari Sragen, Adi Nugraha menegaskan, adanya sejumlah kendala dalam pengusutan kedua kasus tersebut.

Untuk kasus galian C, masih di tingkat penyelidikan dan terkendala perhitungan kubikasi volume galian. Sementara kasus Gringging, masih menunggu audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera ada hasil dari BKPK, sehingga kasus Gringging yang sudah menjadi tunggakan tersebut segera dapat dituntaskan,” katanya kepada wartawan di sela-sela kegiatan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, di Jalan Raya Sukowati, Jumat (9/12).

Khusus dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, pihaknya sengaja melakukan aksi simpatik dengan membagikan bunga, pin, dan stiker kepada para pengguna jalan dengan maksud mengajak memerangi korupsi. “Pada intinya, kami mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam pencegahan korupsi. Selain itu, semoga pemahaman masyarakat akan korupsi juga meningkat,” tandasnya.

Selesaikan Kasus

Sementara itu, Kepala Kejari Sragen, Herrus Batubara menyampaikan, sepanjang tahun 2016, pihaknya telah menyelesaikan sejumlah kasus korupsi yang sudah inkrah.

Di antaranya kasus korupsi penjualan kios di Pasar Gondang dengan terpidana mantan Lurah Pasar, Sugito, dan Ketua Paguyuban Pedagang, Sugiyanto. Kemudian, kasus yang sama untuk terpidana mantan Kepala Dinas Perdagangan, Nonok Sudjiono, serta kasus korupsi pengelolaan tanah kas Desa Toyogo dengan terpidana, mantan Kades Radijoko. Selain kasus di atas, ada pula perkara korupsi KUR BRI Gemolong dan pembangunan SBBS Gemolong yang sudah tuntas, berikut pengembalian kerugian negara. “Jadi, selama 2016, Kejari Sragen menyelamatkan uang negara senilai total Rp 2.190.364.869,” kata dia.

Uang negara miliaran rupiah tersebut, menjadi bagian dari penyelamatan uang negara secara nasional yang mencapai Rp 275,589 miliar selama tahun 2016 dari Kejagung, hingga seluruh Kejati, Kejari di Indonesia.

Saat disinggung target tahun 2017, Kejari tidak mau mematok target. Meski demikian, komitmen pemberantasan korupsi terus didengungkan. “Kalau untuk zero korupsi mungkin mustahil. Setidaknya, kami bisa menekan angka korupsi di Sragen. Itu harapannya pada peringatan Hari Antikorupsi, tahun ini,” katanya.

Sebagaiamana diketahui, dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, kemarin, dilakukan aksi simpatik oleh Kejari Sragen dengan pembagian stiker dan kaus di sejumlah perempatan sepanjang Jalan Raya Sukowati dan sekitar alun-alun Sragen. Kejari Sragen membagikan setidaknya 200 bunga, 200 pin, 200 stiker kepada pengguna jalan. (shd-76)

Comments

comments

PR Kejari Dua Kasus Korupsi Reviewed by on . SRAGEN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen masih menyisakan pekerjaan rumah (PR) penanganan dua kasus korupsi, baik di tingkat penyelidikan dan penyidikan menjel SRAGEN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen masih menyisakan pekerjaan rumah (PR) penanganan dua kasus korupsi, baik di tingkat penyelidikan dan penyidikan menjel Rating: 0
scroll to top