PPDB SMA/SMK Disoal | suaramerdeka.com

Minggu , 25 Juni 2017

Home » SmCetak » PPDB SMA/SMK Disoal

PPDB SMA/SMK Disoal

Data Gakin Harus Dibenahi

20 Juni 2017 0:27 WIB Category: SmCetak, Solo Metro A+ / A-

SOLO – Protes terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tingkat SMA/SMK terus berlanjut. Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2017 tentang PPDB SMA/SMK dinilai tidak fair. Selain tidak ada batasan kaitannya dengan kuota siswa keluarga miskin (gakin), kebijakan penerapan Pergub tersebut harus diulang. ”Secara pribadi tidak setuju (aturan PPDB SMA/ SMK,- red). Itu tidak fair, apalagi tidak ada batasan kuota gakin. Kebijakannya memang perlu dievaluasi,” ucap Umar Hasyim, Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta usai menerima sejumlah wali murid yang mengadukan proses PPDB SMA/ SMK di Gedung DPRD, Senin (19/6).

Lantaran banyaknya protes yang mengalir ke Dewan, pihaknya bakal membawa persoalan tersebut ke rapat pimpinan. Nantinya akan ditentukan langkah konkret lebih lanjut terkait PPDB SMA/SMK.

Dikhawatirkan karut mawut penerimaan siswa baru tersebut kembali berlanjut di tahun depan. ”Saya akan mengawal ini, dan akan kami bicarakan ke pimpinan lain sehingga dapat ditentukan langkah selanjutnya. Intinya harus ada semacam batas atas dan batas bawah yang jelas soal kuota gakin ini,” paparnya.

Menurut dia, dalam penerimaan siswa baru di tingkat SMA/SMK tentunya juga harus berkorelasi dengan prestasi. Dirinya mempertanyakan kelanjutan siswa didik nantinya setelah proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilangsungkan. ”Jangan nanti gara-gara sistem malah terbebani,” ungkapnya.

Selain hal diatas, pihaknya mempertanyakan munculnya Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) baru yang diduga dijadikan motif baru agar anak yang bersangkutan lolos ke sekolah yang dituju dengan kuota gakin. ”Kalau bisa diulang, ya diulang. Tapi kalau mahal dari segi biaya dan dampaknya terlalu luas tentu perlu diperhitungkan,” pungkasnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Asih Sunjoto Putro menambahkan sejumlah persoalan kaitannya dengan PPDB SMA/SMK muncul lantaran tidak adanya data gakin yang jelas. Mestinya, sambung dia, data gakin sudah tercatat di masingmasing sekolah. ”Akhirnya sekarang fenomenanya banyak yang cari SKTM demi nambah nilai. Kalau data gakin jelas, distribusi ke SMAjuga jelas,” kata dia.

Siswa Berprestasi

Sementara itu, salah satu orang tua murid Sasya Supriady menceritakan, anaknya terdepak dari sekolah favorit meskipun mempunyai nilai 36,55 lantaran terimbas kuota gakin yang tidak jelas. Sasya mengaku tidak anti gakin, namun yang perlu digarisbawahi yakni kejelasan aturan dalam Pergub tersebut.

Fakta di lapangan, muncul orang tua yang mencurangi PPDB dengan meminta SKTM baru. ”Beberapa lolos karena punya SKTM baru. Anak saya terdepak hanya dengan nilai 24 dari gakin. Direwangi mati-matian waktu ujian, tapi kalah karena gakin 24 (nilainya 24,red),” katanya sewaktu menemui dewan, kemarin.

Pihaknya meminta kepada pejabat terkait agar memikirkan dampak dari kebijakan yang telah diambil. Dia berharap Pergub tersebut ditinjau ulang. ”Bikin gelo anak. Ma, aku dikalahkne biji 24,” pungkasnya menirukan cerita anaknya yang sedih lantaran tidak diterima SMAfavorit meski rata-rata nilianya 9. (shd-20)

Comments

comments

PPDB SMA/SMK Disoal Reviewed by on . SOLO - Protes terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tingkat SMA/SMK terus berlanjut. Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2017 tentan SOLO - Protes terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tingkat SMA/SMK terus berlanjut. Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2017 tentan Rating: 0
scroll to top