Pilih Olahraga Beda | suaramerdeka.com

Sabtu , 27 Mei 2017

Home » SmCetak » Pilih Olahraga Beda

Pilih Olahraga Beda

FIGUR

21 Maret 2017 1:16 WIB Category: SmCetak, Solo Metro A+ / A-

DIBESARKAN di kalangan keluarga yang lekat dengan pencak silat, Saputro Reno Wijayanto justru memilih cabang olahraga berbeda. Ayahnya, Nova Wijayanto, memang bukan pesilat. Tetapi sang ibu, Retno Satyaningtas pernah malang-melintang di kancah pencak silat. ”Keluarga besar dari ibu, banyak yang menggeluti silat. Tapi saat melihat bapak suka bersepeda, saya justru suka dan akhirnya turut bergabung latihan balap sepeda,” kata pembalap muda Solo itu, Senin (20/3).

Atlet Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kota Bengawan itu telah menggenggam sederet medali di arena balap sepeda. Pada Mei 2016, Reno merebut gelar juara kedua nomor road race pemula pada Lomba Customs Cycling (LCC) Seri 20 di Boyolali.

Lalu tiga bulan berikutnya, remaja 17 tahun itu menyabet medali emas LCC Seri 21 di Cilacap. Namun pada LCC Seri 22 di Bali, November lalu, dia hanya finis di urutan enam. ‘’Desember lalu, saya juga meraih juara pertama road bike di Tegal.

Bangga rasanya, karena raihan saya diumumkan dalam upacara, serta mendapat penghargaan dari sekolah,’’ujar siswa kelas dua SMA Batik 1 Surakarta itu. Sejak kecil, atlet kelahiran Solo, 14 Maret 2000 tersebut memang gemar berolahraga. Saat berstudi di SD Mangkuyudan 5 Surakarta, sebagaimana anak-anak pada umumnya, Reno suka bermain bola. Lalu ketika kelas lima, dia turut lomba atletik dan meraih gelar juara lomba lari 100 meter di ajang Popda Surakarta.

Ketika digelar kejuaraan voli antargugus, dia juga turut membawa SD Mangkuyudan 2 menjadi juara tingkat kota. ‘’Saya kenal balap sepeda saat kelas satu SMP25 Surakarta. Waktu itu sering ikut bapak bersepeda ke Pengging (Boyolali), kemudian disarankan bergabung ke klub Customs Cycling Club (CCC),’’ungkap Reno. Tiga tahun sejak 2012, dia mengasah teknik dan kecepatan bersepeda di CCC Boyolali. Namun mulai 2015, dia pindah ke naungan Pengkot ISSI Solo serta menghasilkan sederet gelar juara.

Kini, dia harus lebih keras berlatih karena pertambahan usia menyebabkan dirinya harus naik kelas, dari pemula ke yunior. ‘’Saya ingin terus berprestasi di arena balap sepeda. Saya bertekad masuk pelatnas dan membela Indonesia di arena balap sepeda internasional,’’katanya. (Setyo Wiyono-54)

Comments

comments

Pilih Olahraga Beda Reviewed by on . DIBESARKAN di kalangan keluarga yang lekat dengan pencak silat, Saputro Reno Wijayanto justru memilih cabang olahraga berbeda. Ayahnya, Nova Wijayanto, memang b DIBESARKAN di kalangan keluarga yang lekat dengan pencak silat, Saputro Reno Wijayanto justru memilih cabang olahraga berbeda. Ayahnya, Nova Wijayanto, memang b Rating: 0
scroll to top