Penambangan Galian C Harus Dikaji Ulang | suaramerdeka.com

Kamis , 30 Maret 2017

Home » SmCetak » Penambangan Galian C Harus Dikaji Ulang

Penambangan Galian C Harus Dikaji Ulang

Marak setelah Proyek Tol Soker

21 Maret 2017 1:20 WIB Category: SmCetak, Solo Metro A+ / A-

SRAGEN -Kegiatan penambangan galian C di Bumi Sukowati dikeluhkan sejumlah pihak. Realita di lapangan, kerusakan yang ditimbulkan lebih parah daripada manfaat yang dihasilkan.

Dalam praktiknya, penertiban penambangan galian C tersebut sukar dilakukan lantaran pengawasan dan proses perizinan berada di Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah. Hal itu merujuk dalam UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Bahkan kerap muncul penambangan liar lantaran adanya dugaan beking pamong desa dan aparat kepolisian setempat yang turut bermain. Sejumlah penolakan sempat terjadi dan kerap terjadi aksi demo warga di sejumlah lokasi. Bahkan warga di Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Sragen yang mengatasnamakan Paguyuban Warga Peduli Lingkungan Hidup Jambeyan (PWPLHJ) sempat berkirim surat kepada Kompolnas, hingga Kapolri terkait fenomena penambangan ilegal di wilayahnya beberapa waktu lalu.

Kabid Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdag) Sragen, Agus Tri Lastomo, selaku pihak yang membawahi persoalan ESDM, termasuk penambangan menjelaskan, tidak bisa berbuat banyak lantaran seluruh kewenangan galian C berada di Provinsi Jawa Tengah.

”Untuk ESDM termasuk tambang memang masuk di bidang saya, tapi kewenangannya di Provinsi. Kita tidak punya kewenangan untuk mengatur dan sebagainya,” ujarnya, kemarin. Sesuai dengan aturan dan kewenangan yang dimilikinya, pihaknya hanya mengurusi dalam hal energi baru terbarukan, semisal pemanfaatan dalam panas bumi. Itu pun, apabila lintas daerah, kewenangannya juga di tangan Provinsi. ”Jadi secara tidak langsung kita ini tidak punya kewenangan karena semua di Provinsi. Tapi nanti akan kami minta kejelasan kepada ESDM Provinsi,” kata dia.

Sementara itu, Koordinator LSM Pusaka Nusantara Bumi Sukowati (PNBS), Ujang Nuriyanto menyampaikan penambangan galian C di Kabupaten Sragen marak seiring berjalannya proyek tol Solo-Kertosono (Soker). Pasalnya kebanyakan penambangan galian C lebih ditujukan sebagai tanah uruk. Meskipun menyumbang pendapatan asli daerah (PAD), menurutnya tidak signifikan dengan dampak kerusakan yang terjadi. Dari kajian dan pengamatan di lapangan, penambangan galian C di Sragen menimbulkan 4 dampak negatif. Mulai kerusakan ekosistem alam, dari pengerukan yang dilakukan hingga rusaknya infrastruktur jalan yang dilalui. ”Dengan aktivitas galian C laju kerusakan jalan semakin cepat, karena tidak diimbangi dengan pengawasan jumlah tonase yang diangkut. Jalanjalan rusak di Sragen mayoritas karena mobil dump galian C,” katanya, kemarin.

Tak Beri Keuntungan

Selain hal tersebut, penambangan galian C juga tidak memberikan keuntungan dari sisi ekonomis di masyarakat. Apabila diklaim menyerap tenaga kerja, faktanya hanya segelintir warga yang dilibatkan. ”Yang paling parah seperti di Jatibatur, Gemolong, sampai sekarang lahan reklamasi, sisa penambangan masih banyak yang terbengkalai dan tidak ada yang berani celuluk,” paparnya.

Karena itu, dirinya berharap kepada Pemda setempat agar dapat memperketat pemberian rekomendasi perizinan. Hal tersebut dapat dilakukan apabila ada pengawasan secara bersama. ”Dulu waktu awal-awal Tol Soker yang liar ada puluhan. Rekomendasi perizinan ini harus diperketat,” kata dia. Terpisah, Kasi Pengembangan Kapasitas dan Teknologi Tepat Guna Dinas Lingkungan Hidup, Ludfia Maharani menjelaskan, dalam pengajuan perizinan penambangan galian C, setiap pengusaha minimal mengantongi dua rekomendasi dari dinas terkait yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang. ”Untuk kami rekomendasinya berkaitan soal lingkungan tapi penentu boleh tidaknya penambangan di ESDM Provinsi,” katanya.

Kendati mempunyai kewenangan dalam pemberian rekomendasi perizinan penambangan, pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan pengawasan di lapangan. Apalagi untuk penyetopan penambangan. ”Jadi kami hanya memantau, kalau ada apa-apa kami laporkan ke Provinsi,” katanya. (shd-54)

Comments

comments

Penambangan Galian C Harus Dikaji Ulang Reviewed by on . SRAGEN -Kegiatan penambangan galian C di Bumi Sukowati dikeluhkan sejumlah pihak. Realita di lapangan, kerusakan yang ditimbulkan lebih parah daripada manfaat y SRAGEN -Kegiatan penambangan galian C di Bumi Sukowati dikeluhkan sejumlah pihak. Realita di lapangan, kerusakan yang ditimbulkan lebih parah daripada manfaat y Rating: 0
scroll to top