Pedagang Tunjuk Empat Pengacara | suaramerdeka.com

Selasa , 27 Juni 2017

Home » SmCetak » Semarang Metro » Pedagang Tunjuk Empat Pengacara

Pedagang Tunjuk Empat Pengacara

Sidang Perdana Gugatan ke PTUN

21 Maret 2017 2:40 WIB Category: Semarang Metro, SmCetak A+ / A-
SM/Eko Fataip  PASAR LAMA: Suasana Pasar Rejomulyo lama di Jl Pengapon Semarang, Senin (20/3). (51)

SM/Eko Fataip
PASAR LAMA: Suasana Pasar Rejomulyo lama di Jl Pengapon Semarang, Senin (20/3). (51)

SEMARANG -Pedagang ikan basah dan ikan pindang di Pasar Rejomulyo (Pasar Kobong), menunjuk empat pengacara dalam gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang.

’’Saat ini kami menunggu proses hukum yang tengah berjalan. Sidang pertama dilakukan Selasa (21/3). Kami telah menunjuk empat pengacara. Intinya kami menolak pindah ke lokasi baru, karena tidak layak,’’ ujar Pengurus Paguyuban Pedagang Ikan Basah dan Pindang (PPIBP) Pasar Rejomulyo, Mujiburrohman, kemarin.

Pihaknya optimistis dapat memenangkan sidang di PTUN. Pasalnya, permintaan pemkot untuk pindah ke lokasi baru, tidak dibarengi dengan penyiapan fasilitas yang baik. Mulai dari lapak yang terlalu kecil, tempat parkir dan tempat bongkar muat yang kurang memadai.

Pihaknya pun menantang pemkot, untuk bisa menunjukkan sertifikat kepemilikan lahan Pasar Rejomulyo (lama). Adapun pihaknya sudah menempati lokasi tersebut sejak 30 tahun lalu, dan belum ada pemberitahuan terkait adanya sertifikat tersebut. ’’Dulu di sini bekas kuburan Belanda. Kami sudah menempati lokasi ini sejak 30 tahun dan mengantongi izin dari dinas terkait. Kami minta pemkot bisa menunjukkan sertifikat tersebut, jangan hanya melakukan klaim sepihak,’’sambungnya.

Sertifikat

Saat ditanya, bila pemkot dapat menunjukkan sertifikat kepemilikan lahan tersebut, Mujiburrohman yang juga koordinator pedagang tersebut mengatakan, akan menyiapkan langkah-langkah selanjutnya. Saat ini pihaknya masih menunggu proses hukum yang berlaku. ’’Sebenarnya pihaknya mendukung program dan kebijakan pemkot untuk pindah ke lokasi baru. Tetapi imbuhnya, tempat tersebut harus dibenahi terlebih dulu. Dengan kondisi saat ini, tidak mendukung pedagang grossir untuk beraktivitas,’’ ujarnya.

Sementara itu, praktisi hukum Kota Semarang Kairul Anwar menuturkan, gugatan kepada PTUN merupakan hak masing-masing warga negara. Adapun gugatan tersebut terkait kongkrit individu dan final putusan yang dibuat pejabat publik. Salah satunya hak-hak mereka yang terabaikan.

Dalam hal ini, imbuhnya, pemkot telah mengambil kebijakan untuk merelokasi pedagang ke tempat baru. Adapun tujuannya lebih kepada melakukan penataan untuk kepentingan pedagang. Sehingga bisa menjadi keuntungan bagi pedagang. ’’Negara sudah memberikan fasilitas umum yang lebih baik untuk pedagang.

Kalau dirasa belum layak, standar kelayakannya seperti apa. Kalau melihat substansinya, sebenarnya bukan ke PTUN. Lebih baik dirembuk dulu secara kekeluargaan,’’ ujar Kairul Anwar, kemarin. (K18,fri-51)

Comments

comments

Pedagang Tunjuk Empat Pengacara Reviewed by on . [caption id="attachment_563280" align="alignleft" width="300"] SM/Eko FataipPASAR LAMA: Suasana Pasar Rejomulyo lama di Jl Pengapon Semarang, Senin (20/3). (51) [caption id="attachment_563280" align="alignleft" width="300"] SM/Eko FataipPASAR LAMA: Suasana Pasar Rejomulyo lama di Jl Pengapon Semarang, Senin (20/3). (51) Rating: 0
scroll to top