Mustafa Minta Keringanan Hukuman | suaramerdeka.com

Kamis , 29 Juni 2017

Home » SmCetak » Semarang Metro » Mustafa Minta Keringanan Hukuman

Mustafa Minta Keringanan Hukuman

Kesalahan Seharusnya Sanksi Administrasi

28 Desember 2016 3:26 WIB Category: Semarang Metro, SmCetak A+ / A-

SEMARANG- Mantan Kepala Subdivre Bulog Semarang Mustafa Kamal secara tulus memohon majelis hakim yang memeriksa perkaranya untuk menjatuhkan hukuman seringan-ringannya bila memang hakim memiliki pendapat lain dalam kasus dugaan korupsi terkait proses ulang dalam pengiriman beras ke Singkawang Kalimantan Barat.

Menurut penasihat hukum terdakwa Ahmad Hadi Prayitno, sesuai prosedur adanya kehilangan beras dan penurunan mutu menjadi tanggungjawab kepala gudang dalam hal ini Sudarmono (sudah divonis). Apalagi dalam perjalanannya, terdakwa sudah dipindahtugaskan ke NTT. ”Penerapan unsur setiap orang juga tidak tepat. Kami meminta majelis melepaskan terdakwa dari semua tuntutan,” kata Prayit di hadapan hakim M Sainal di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (27/12).

Dalam pembelaannya, menyampaikan tindakan terdakwa tidak mengkomunikasikan reprosesing ke pusat dan hanya memberikan laporan secara lisan ke Bulog Jateng namun tidak secara tertulis ke kantor pusat sebatas kesalahan administrasi. Mustafa dalam pembelaan pribadinya mengaku sudah cukup lama mengabdi di Bulog dan sebagian besar berada di wilayah Indonesia Timur. Proses panjang dalam pekerjaannya sekalipun tidak ada masalah dalam pengadaan beras. Pemerintah sendiri juga memerintahkan bekerjasama dengan gudang fillial karena gudang Bulog yang ada kewalahan untuk menyimpan stok beras. ”Saya memohon hukuman seringan-ringannya Yang Mulia,” ujar Mustafa.

Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Jateng menuntut dengan pidana 1,5 tahun penjara. JPU Ari Praptono menilai terdakwa telah secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama dengan Sudarmono (mantan Kepala Gudang Bulog Mangkang) dan juru timbang Agus Priyanto dalam kasus dugaan korupsi di gudang beras untuk movenas ke Singkawang Kalimantan Barat.

Membayar Kerugian

Selain pidana badan, jaksa penuntut juga meminta majelis untuk menjatuhkan denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan kepada terdakwa. Dalam kasus ini negara telah dirugikan sebesar Rp 6,3 miliar. Terdakwa tidak dijatuhi pidana tambahan membayar uang pengganti kerugian negara karena sudah dibebankan kepada Sudarmono yang sebelumnya divonis lima tahun penjara sementara Agus Priyanto sendiri dijatuhi hukuman 1,5 tahun penjara. ”Melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke- 1 KUHP,” ujar jaksa Ari Praptono.

Atas pembelaan ini, jaksa menanggapinya dengan replik secara lisan tetap pada tuntutan semula. Begitupun dengan penasihat hukum yang pada dupliknya tetap pada pleidoinya. Majelis akan membacakan putusan terhadap terdakwa pada 5 Januari mendatang. Edi Wijaya diduga telah mengurangi kuantitas beras 2-3 kilogram setiap karungnya. Eks kepala Gudang Sudarmono dan juru timbang Agus Priyanto yang juga terseret dalam kasus ini tetap memasukkan beras ke dalam gudang dan hal ini disiasati dengan meletakkan karung beras tidak sesuai standar yang berlaku di gudang supaya tidak ketahuan. Sebelumnya, saksi ahli dari BPKP Perwakilan Jateng, Mustakim mengatakan, kerugian negara ini muncul atas saldo persediaan sesuai administrasi per tanggal 25 Juni 2015 sebanyak 3.621.685,10 kilogram. (J14-91)

Comments

comments

Mustafa Minta Keringanan Hukuman Reviewed by on . SEMARANG- Mantan Kepala Subdivre Bulog Semarang Mustafa Kamal secara tulus memohon majelis hakim yang memeriksa perkaranya untuk menjatuhkan hukuman seringan-ri SEMARANG- Mantan Kepala Subdivre Bulog Semarang Mustafa Kamal secara tulus memohon majelis hakim yang memeriksa perkaranya untuk menjatuhkan hukuman seringan-ri Rating: 0
scroll to top