Lapak Pasar Rejomulyo Dijual Rp 300 Juta | suaramerdeka.com

Kamis , 30 Maret 2017

Home » SmCetak » Semarang Metro » Lapak Pasar Rejomulyo Dijual Rp 300 Juta

Lapak Pasar Rejomulyo Dijual Rp 300 Juta

21 Maret 2017 2:33 WIB Category: Semarang Metro, SmCetak A+ / A-

SEMARANG- Penolakan sejumlah pedagang Pasar Rejomulyo, untuk pindah ke lokasi baru, ternyata bukan hanya karena alasan sarana dan prasarana di tempat baru yang belum siap. Sebagian pedagang mengaku telah mengeluarkan uang hingga ratusan juta, untuk mendapat tempat. Seperti pengakuan Tati (57), warga Terboyo yang menjadi pedagang Pasar Rejomulyo (lama).

Dia menuturkan aktivitas pasar tersebut sudah berlangsung puluhan tahun. Adapun dia, sudah berjualan di tempat itu sejak 32 tahun lalu. Pada 1985 silam, dia harus mengeluarkan uang Rp 750 ribu, sebagai syarat untuk bisa menempati lapak di pasar tersebut.

Kala itu, kondisi pasar masih beratapkan anyaman bambu. ‘’Bangunannya belum seperti sekarang ini. Masih seperti gubug. Penerangannya juga masih menggunakan lampu petromak,’’kata dia. Sekitar tiga tahun lalu, ketika dia kembali membeli sebuah lapak, harganya sudah menjadi Rp 300 Juta.

Saat ini, dia mengaku telah memiliki tiga lapak di Pasar Rejomulyo lama. ‘’Dari setiap lapak, dalam semalam bisa dapat penghasilan kotor Rp 2,5 – Rp 5 juta. Sebagian saya gunakan untuk bayar pegawai, masing-masing Rp 100 ribu. Rata-rata yang beli eceran, soalnya saya tidak punya langganan pedagang,’’bebernya. Upik, pedagang lain bahkan mengaku bisa menjual hingga tiga ton ikan basah dalam semalam. Penghasilan yang didapat, kata dia, mencapai Rp 100 juta. ‘’Ratarata bisa habis tiga ton ikan dalam semalam atau sekitar Rp 100 juta untuk pendapatan kotornya,’’ terangnya.

Jual Beli

Terkait jual beli lapak dengan harga ratusan juta itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet, mengatakan hal itu merupakan hak pedagang. Di Pasar Rejomulyo baru, mereka juga akan mendapatkan lapak pengganti, sesuai yang ditempati. ‘’Di lokasi baru kan tidak bayar, alias gratis. Jadi pedagang tidak usah khawatir kehilangan lapak. Kalau ada yang bayar, silahkan dilaporkan. Luas lapak memang tidak sama, tetapi di lokasi baru juga tidak terlalu kecil. Terpenting bisa dikomunikasikan dan mencari solusi terbaik,’’ujar Agus.

Adapun Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, menyatakan tidak mau menanggapi adanya jual beli lapak di Pasar Rejomulyo lama, karena itu merupakan wewenang pedagang. Tetapi jual beli tersebut, tidak boleh terjadi lagi di lokasi baru. ‘’Kalau di pasar lain yang sudah dikelola Pemkot Semarang, kegiatan jual beli lapak dilarang. Kalau sampai ketahuan, kami beri sanksi tegas.

Pada dasarnya, adanya pasar untuk mengembangkan perekonomian warga. Bukan untuk jual beli lapak,’’sambungnya. Terpisah, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi tetap meminta agar relokasi pedagang segera dilakukan. Jika pemerintah melakukan membiarkan pedagang, maka berarti pemerintah mengajarkan hal yang salah kepada warganya. ‘’Saya bilang ke teman-teman (pedagang), kalau sudah siap relokasinya kenapa ditundatunda. Karena sudah jelas, saya ngomong sama temen-temen, kalau peruntukannya buat ruang terbuka hijau,’’ tegas pria yang akrab disapa Hendi ini.

Dia menambahkan, untuk mempercepat pembangunan, pihaknya akan melakukan apa saja untuk merealisasikannya. ‘’Ini bukan tanahnya pak Hendi lho, ini tanahnya pemerintah. Jadi atas nama pemerintah, saya akan melakukan apa saja, untuk mempercepat pembangunan di kota ini,’’ katanya. Terkait gugatan pedagang kepada pemerintah ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Hendi mengaku siap.

Menurutnya, hal itu merupakan dinamika dalam memimpin sebuah daerah. Pihaknya akan membuktikan, bahwa sertifikat tanah Pasar Kobong milik pemerintah. ‘’Kalau mau digugat ya tidak apa-apa. Tetapi sepanjang kami punya aset, lalu asetnya mau kami pakai, kenapa harus bingung, kenapa harus repot. Kami ini pemerintah lho. Tanah itu peruntukannya untuk RTH, karenanya akan kami bangun RTH,’’ tegasnya kemarin. (ftp,fri,K18-51)

Comments

comments

Lapak Pasar Rejomulyo Dijual Rp 300 Juta Reviewed by on . SEMARANG- Penolakan sejumlah pedagang Pasar Rejomulyo, untuk pindah ke lokasi baru, ternyata bukan hanya karena alasan sarana dan prasarana di tempat baru yang SEMARANG- Penolakan sejumlah pedagang Pasar Rejomulyo, untuk pindah ke lokasi baru, ternyata bukan hanya karena alasan sarana dan prasarana di tempat baru yang Rating: 0
scroll to top