Lakukan Kejahatan Seks Sejenis pada 16 Anak, Fajarudin Ditahan | suaramerdeka.com

Kamis , 29 Juni 2017

Home » SmCetak » Berita Utama » Lakukan Kejahatan Seks Sejenis pada 16 Anak, Fajarudin Ditahan

Lakukan Kejahatan Seks Sejenis pada 16 Anak, Fajarudin Ditahan

21 Maret 2017 3:32 WIB Category: Berita Utama, SmCetak A+ / A-
SM/Joko Dwi Hastanto TUNJUKKAN TERSANGKA: Kapolres Karanganyar AKBPAde Safri Simanjuntak menunjukkan tersangka Fajarudin saat membeberkan kasus sodomi, kemarin. (66)

SM/Joko Dwi Hastanto
TUNJUKKAN TERSANGKA: Kapolres Karanganyar AKBPAde Safri Simanjuntak menunjukkan tersangka Fajarudin saat membeberkan kasus sodomi, kemarin. (66)

KARANGANYAR – Fajarudin bin Sumarso (29), yang seharihari berprofesi sebagai pemulung, ditangkap oleh petugas Polres Karanganyar. Dia disangka melakukan kejahatan seksual sesama jenis terhadap 16 anak-anak. Korban berusia 8-10 tahun. ”Fajarudin bin Sumarso (29), sehari-hari mengaku bekerja sebagai pemulung, kini menjalani pemeriksaan intensif di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Karanganyar. Dia mengaku sudah melakukan aksinya sejak 2003. Terakhir Desember 2016,” kata Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, Senin (20/3).

Kasus ini terungkap bermula dari pengakuan ARR (8) yang bercerita di sekolah. Kepada teman-teman sekelasnya, ARR mengaku pernah disodomi oleh Fajarudin pada akhir Desember lalu. Cerita itu beredar ke mana-mana, termasuk akhirnya didengar oleh guru. Sang guru kemudian melaporkan cerita ARR ke orang tua si anak. Orang tua ARR yang kaget langsung melaporkan perbuatan tak senonoh tersebut ke Unit PPA Reskrim Polres Karanganyar.

Tindakan cepat pun dilakukan polisi. Pelaku langsung ditangkap di rumahnya. Korban dan pelaku kebetulan tinggal satu kampung di Kecamatan Karanganyar Kota. Pengakuan mengejutkan diterima polisi. Menurut Fajarudin, perbuatan itu sudah dilakukan terhadap 16 anak sejak 2003. Waktu itu, dia masih remaja.

”Petugas langsung melakukan pengembangan, dan dalam tiga hari, sudah ada dua orang tua korban yang melaporkan tindakan itu karena anaknya juga menjadi korban. Diprediksi dalam waktu dekat, orang tua korban lain akan melapor,” kata Ade Safri.

Sudah Divisum

Petugas sudah melakukan visum et repertum kepada tiga korban. Hasilnya positif mereka pernah mendapatkan perlakukan pencabulan. ”Kami sudah mendapatkan data seluruh korban. Kami akan berkoordinasi dengan orang tua masingmasing, karena ada korban yang sekarang sudah remaja. Kalau tindakan itu diterima saat usia 8-10 tahun, maka kini mereka sudah ada yang berusia 20-23 tahun.” Dalam pengakuannya, Fajarudin mengatakan, ratarata menyodomi satu korban sampai tiga kali dalam kurun waktu selama itu.

Perbuatan itu dilakukan di gudang, kamar mandi, pinggir sungai, atau tempat lain yang sudah dipersiapkan. Modusnya, korban dicegat saat sedang bermain, kemudian diajak ke suatu tempat. Mulanya dirayu akan diajak bermain ”saru-saruan”. Kalau tidak mau, korban dipaksa. Usai melakukan sodomi, korban diberi uang antara Rp 2.000 sampai Rp 5.000 dan dijanjikan akan diberi jajanan atau dibelikan sesuatu.

Tindakan serupa dilakukan berulang-ulang. Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku sangat terobsesi melakukan tindakan itu kepada anak-anak kecil. Fajarudin mengaku pernah disodomi saat masih remaja. Dia mendapatkan perlakuan sama dari kakak kelasnya saat sekolah. ”Dia kemudian merasa ingin mengulang perbuatan serupa kepada orang lain. Korbannya sudah 16 anak. Semua dilakukan sampai dia dewasa. Setiap ada keinginan itu, dia mencari korban lagi. Seluruhnya anakanak, tetangga sedesa di Karanganyar Kota.” Polres melibatkan psikolog untuk mendalami kasus itu, termasuk untuk melakukan pendekatan intensif kepada para korban agar mendapatkan hasil pemeriksaan maksimal. Semua korban mengalami trauma, sehingga harus mendapatkan tindakan khusus. ”Kami meminta kerja sama seluruh orang tua korban. Masalah ini harus mendapatkan perhatian serius, dan perlu melibatkan ahli agar tidak menimbulkan trauma dan penularan obsesi. Kami berharap betul menyelesaikan masalah ini secara bersamasama, antara petugas dan orang tua,” kata dia.

Pelaku bisa dijerat dengan Pasal 292 KUHP yang menyatakan orang dewasa yang melakukan perbuatan cabul dengan orang yang belum dewasa dari jenis kelamin sama, dihukum penjara selamalamanya lima tahun. Atau Pasal 82 UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukannya perbuatan cabul, dipidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat tiga tahun. (an-39)

Comments

comments

Lakukan Kejahatan Seks Sejenis pada 16 Anak, Fajarudin Ditahan Reviewed by on . [caption id="attachment_563555" align="alignleft" width="300"] SM/Joko Dwi HastantoTUNJUKKAN TERSANGKA: Kapolres Karanganyar AKBPAde Safri Simanjuntak menunjukk [caption id="attachment_563555" align="alignleft" width="300"] SM/Joko Dwi HastantoTUNJUKKAN TERSANGKA: Kapolres Karanganyar AKBPAde Safri Simanjuntak menunjukk Rating: 0
scroll to top