Kualitas Gabah Turun | suaramerdeka.com

Kamis , 30 Maret 2017

Home » SmCetak » Kualitas Gabah Turun

Kualitas Gabah Turun

21 Maret 2017 0:08 WIB Category: SmCetak, Suara Banyumas A+ / A-
SM/Castro Suwito PERIKSA GABAH : Kepala Gudang Bulog Purwonegoro Iksan Karisma memeriksa kualitas gabah yang baru dibeli dari petani dan dijemur di tempat penggilingan padi Desa Banjengan, Kecamatan Mandiraja. (33)

SM/Castro Suwito
PERIKSA GABAH : Kepala Gudang Bulog Purwonegoro Iksan Karisma memeriksa kualitas gabah yang baru dibeli dari petani dan dijemur di tempat penggilingan padi Desa Banjengan, Kecamatan Mandiraja. (33)

BANJARNEGARA – Curah hujan yang tinggi sepanjang 2016 dan awal 2017 menyebabkan kualitas gabah hasil panen musim ini turun. Di sisi lain, petani juga direpotkan dengan serangan hama yang mengiringi musim hujan.

Ketua Asosiasi Pedagang Beras Banjarnegara, Edi Waluyo mengatakan, tingginya curah hujan sejak tahun lalu berdampak besar terhadap kualitas panen. Dari pengamatannya, banyak tanaman padi yang terpaksa dipanen lebih awal karena roboh akibat hujan deras disertai angin kencang.

”Dari beberapa wilayah yang memasuki panen, banyak sekali yang roboh,” katanya. Menurutnya, kualitas padi yang roboh sebelum dipanen dipastikan menurun. Hal tersebut dikarenakan bulir padi terendam air hujan. Apalagi, banyak juga padi yang roboh sebelum bulir padi masak merata.

”Padahal, hujan yang kerap turun menjadikan pengeringan kurang optimal. Butuh waktu setidaknya dua hari lebih untuk mencapai kering maksimal,” jelasnya. Meski kualitas menurun, sebagai pedagang beras dia tidak memiliki pilihan lain kecuali membeli gabah dari petani.

Pasalnya, petani tersebut telah bertahun-tahun menyuplai kebutuhan beras baik untuk dipasok ke pasar maupun dikirim ke Gudang Bulog. Dikatakan, gabah yang sudah terendam air hujan saat digiling biasanya menghasilkan banyak pecahan.

Jika gabah terendam terlalu lama, warna beras hasil gilingan terlihat kusam dan kurang menarik. Selain itu, dia juga menjumpai tanaman padi yang mulai terserang hama blas dan penggerek batang sehingga sebagian bulir padi gabuk.

Kualitas Dijaga

Kepala Gudang Beras Bulog Purwonegoro Iksan Karisma mengungkapkan, hujan dengan intensitas tinggi yang masih kerap turun di wilayah Banjarnegara sangat memengaruhi kualitas hasil panen. Karena itu, pihaknya melakukan pengecekan dan sosialisasi ke petani dan sejumlah tempat penggilingan padi agar kualitas beras bisa dijaga.

17sm21c17bms-01a”Khususnya untuk kadar air tidak boleh lebih dari 14 persen,” ujarnya. Iksan mengungkapkan, sosialisasi dan pemeriksaan kualitas beras tersebut dilakukan sebagai persiapan penyerapan beras dari petani.

Pihaknya siap untuk menampung beras dari petani di Banjarnegara yang saat ini sudah memasuki masa panen. ”Di beberapa wilayah sudah mulai panen, tapi belum begitu banyak. Untuk panen raya, kami perkirakan bulan depan,” paparnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Banjarnegara Singgih Haryono mengakui, curah hujan yang tinggi berdampak terhadap tingginya kadar air gabah hasil panen. Sedangkan untuk penjemuran juga terkendali hujan yang masih sering turun di siang hari.

”Jadi, bagi petani kondisi seperti sekarang ini memang serba sulit,” tuturnya. Singgih menjelaskan, kondisi panen seperti ini sudah terjadi sejak musim panen lalu. Banyak petani terpaksa memanen dini padi yang roboh meski belum begitu masak.

Tentu saja, kondisi ini berdampak langsung terhadap nilai jual gabah di tingkat petani. Dia mengungkapkan, Pemkab sebenarnya memiliki seperangkat mesin pengering dan penggilingan padi di Purwonegoro bantuan dari pemerintah pusat.

Kendalanya, alat tersebut memiliki kapasitas yang besar sehingga untuk sekali pengeringan dan penggilingan. ”Jika nanti untuk melayani masyarakat umum, petani pasti tidak mau kalau nanti gabahnya dicampur. Kami juga sedang mencari standarisasi tarifnya,” tuturnya.

Dijelaskan, namun dari sudut pandang lain, curah hujan yang tinggi juga menjadi peluang bagi petani untuk memaksimalkan tanam padi sepanjang tahun. Berdasarkan prediksi dari BMKG, musim hujan diperkirakan akan berlangsung hingga April.

Artinya, petani yang saat ini sudah panen bisa segera menanam padi kembali. ”Kami berharap, curah hujan yang tinggi ini dioptimalkan, sehingga yang biasanya setahun dua kali tanam padi bisa tiga kali,” terangnya.

Kasi Produksi Tanaman Pangan Sudarso menambahkan, pada program Upaya Khusus (Upsus) tahun ini, Banjarnegara ditarget mampu memenuhi luas tanam sebesar 26.724 hektare (sawah dan ladang) dengan produktivitas sekitar 5,97 ton per hektare.

Sedangkan pada tahun 2016 lalu, Banjarnegara mampu merealisasikan luas panen sekitar 24,525 hektare dengan produksi 138.593 ton.

Kasi Usaha Tani, Erwien Indriatmoko menambahkan, curah hujan tinggi juga disertai maraknya serangan hama wereng, blas, penggerek batang dan tikus. Karena itu, untuk mendukung produksi tanaman pangan, pemerintah menyiapkan bantuan berupa insektisida dan obat-obatan.

Bantuan tersebut diberikan gratis dengan syarat diajukan melalui Balai Penyuluh Pertanian dan mendapatkan rekomendasi dari Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT). (K36-33)

Comments

comments

Kualitas Gabah Turun Reviewed by on . [caption id="attachment_563344" align="alignleft" width="300"] SM/Castro SuwitoPERIKSA GABAH : Kepala Gudang Bulog Purwonegoro Iksan Karisma memeriksa kualitas [caption id="attachment_563344" align="alignleft" width="300"] SM/Castro SuwitoPERIKSA GABAH : Kepala Gudang Bulog Purwonegoro Iksan Karisma memeriksa kualitas Rating: 0
scroll to top