Kiper Andalan Itu Tak Kembali Lagi… | suaramerdeka.com

Minggu , 28 Mei 2017

Home » SmCetak » Berita Utama » Kiper Andalan Itu Tak Kembali Lagi…

Kiper Andalan Itu Tak Kembali Lagi…

Pratu Ibnu Hidayat, Korban Ledakan Meriam di Natuna

19 Mei 2017 3:32 WIB Category: Berita Utama, Nasional, SmCetak A+ / A-
SM/Hasan Hamid BERTANGISAN : Istri dan keluarga Pratu Ibnu Hidayat bertangisan saat menyambut kedatangan jenazah di rumah duka di Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Demak. Insert: Ibnu Hidayat. (66)

SM/Hasan Hamid
BERTANGISAN : Istri dan keluarga Pratu Ibnu Hidayat bertangisan saat menyambut kedatangan jenazah di rumah duka di Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Demak. Insert: Ibnu Hidayat. (66)

Suasana duka menyelimuti rumah Suwarman (73), warga RT6 RW 2 Dukuh Dongko, Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Demak, Kamis (18/5). Anak terakhirnya, Pratu Ibnu Hidayat, tewas saat mengikuti latihan PPRC TNI di Natuna, Kepulauan Riau.

SERATUSAN warga berdatangan menyampaikan bela sungkawa dan duka mendalam atas musibah yang menimpa anggota TNI dari Batalyon Arhanud 1 Kostrad tersebut. Sejumlah perwira dan anggota TNI hadir di rumah duka, antara lain dari Yonif 411 Kostrad, Kodim 0716 Demak, Yon Arhanudse 15, Korem 073 Makutarama Salatiga, Kodam IV Diponegoro, Denpom Semarang, dan Denpom Pati.

Sekitar pukul 09.15 mobil ambulans yang membawa jenazah tiba di rumah duka. Isak tangis pun pecah saat jenazah diusung ke dalam rumah. Beberapa anggota keluarga bahkan histeris, termasuk istri almarhum, Andriani. Korban meninggalkan seorang istri dan satu anak, Puput Putri yang baru berusia 1,5 tahun.

Mertua Ibnu Hidayat, Sri Hartati larut dalam tangis melihat menantunya kesayangannya telah meninggal dunia. ”Kami tidak menyangka akan menerima kabar duka ini,” ujarnya sembari terisak. Prosesi pemakaman diawali dengan shalat jenazah, dilanjutkan acara adat brobosan.

Keluarga almarhum secara bergantian berjalan di bawah keranda sebelum peti jenazah diberangkatkan ke permakaman desa. Pemakaman dilakukan secara militer dengan inspektur upacara Danyon Arhanudse 15 Letkol Arh Novianto Firmansyah. Almarhum Ibnu Hidayat merupakan anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Suwarman dan Yusro. Dia lahir di Demak 25 Februari 1992.

Di mata warga dan teman sebaya, Ibnu dikenal sebagai lelaki supel, mudah bergaul, dan setia kawan. Nur Anizam, salah seorang warga menuturkan, sejak remaja Ibnu suka bermain sepak bola. Meski masih sebatas tingkat kampung, tetapi dia menjadi andalan.

”Orangnya gesit dan tidak mudah menyerah, sehingga kalau bertanding antarkampung rasanya aman kalau dia ikut bermain,” ungkapnya. Setiap bermain bola, Ibnu lebih menyukai posisi penjaga gawang atau kiper. Setelah menjadi prajurit TNI, Ibnu selalu menyempatkan diri bertemu teman-temannya untuk bermain bola setiap kali pulang kampung. Namun, kini dia tak akan pernah kembali ke lapangan untuk bertanding.

”Bagi dia, olahraga seperti menyatu dalam jiwanya,” ucap Nur. Haryadi, Ketua RT6 RW 2 menambahkan, kepribadian Ibnu yang tidak sombong dan dekat dengan semua kalangan di desanya membuat warga sungguh berduka atas kepergian almarhum. Mereka pun mengikuti prosesi pemakaman hingga usai.

Risiko Prajurit

Kakak pertama almarhum, Mastur (48) mengaku kali pertama mendapat informasi dari Kodam/IV Diponegoro. Meski sempat terkejut mendapat kabar adiknya terkena musibah saat menjalani latihan, ia berusaha tegar. ”Bagi prajurit memang ada risiko demikian.

Kami bisa memahami dan mengikhlaskan kepergiannya,” ujar Mastur yang juga anggota TNI dan menjadi Babinsa di Desa Kuripan, Kecamatan Karangawen, Demak. Dia menuturkan, ketika akan ditugaskan ke Natuna, sang adik menghubungi ibunya dan meminta doa. Dia tidak menyangka itu komunikasi terakhir mereka. Baginya, Ibnu merupakan adik yang mandiri dan bertanggung jawab.

Sejak remaja hingga menjadi anggota TNI, semangatnya tinggi dan tidak mau bergantung pada orang lain. Ibnu menjadi prajurit TNI tahun 2010, setahun setelah lulus SMA. Selama tujuh tahun bertugas di Batalyon Arhanud 1 Kostrad Tangerang, dia bersama istrinya tinggal di asrama. (Hasan Hamid-18)

Comments

comments

Kiper Andalan Itu Tak Kembali Lagi… Reviewed by on . [caption id="attachment_601095" align="alignleft" width="300"] SM/Hasan HamidBERTANGISAN : Istri dan keluarga Pratu Ibnu Hidayat bertangisan saat menyambut keda [caption id="attachment_601095" align="alignleft" width="300"] SM/Hasan HamidBERTANGISAN : Istri dan keluarga Pratu Ibnu Hidayat bertangisan saat menyambut keda Rating: 0
scroll to top