Dipanggil KPK, Anggota DPRD Mengaku Bingung | suaramerdeka.com

Kamis , 30 Maret 2017

Home » SmCetak » Dipanggil KPK, Anggota DPRD Mengaku Bingung

Dipanggil KPK, Anggota DPRD Mengaku Bingung

Terkait Tersangka Bupati Nonaktif

21 Maret 2017 1:18 WIB Category: SmCetak, Solo Metro A+ / A-

KLATEN -Pemeriksaan kembali dilakukan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait tersangka Bupati nonaktif, Sri Hartini. Kali ini yang diperiksa adalah 10 anggota DPRD Kabupaten Klaten. Hal itu dikatakan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah. ”Pada prinsipnya jika masih dibutuhkan keterangan saksi, maka akan kami panggil,” ungkapnya, Senin (20/3) saat ditanya terkait pemanggilan kembali sejumlah pejabat dan anggota DPRD.

Menurut Febri pemeriksaan masih akan dilakukan pekan ini dan pekan depan. Sebanyak 10 anggota DPRD Kabupaten Klaten yang sudah menerima surat panggilan penyidik KPK mengaku terkejut.

Mereka tidak menyangka bakal mendapat panggilan KPK. Kesepuluh orang wakil rakyat itu diperiksa pada Senin sampai Kamis. Dari kesepuluh anggota DPRD itu berasal dari PDIPsebanyak enam orang, PPP dua orang, Hanura satu orang, dan Gerindra satu orang. Anggota DPRD asal PPP, Legiman mengatakan, dirinya kaget mendapat surat undangan dari KPK. ”Saya juga bingung mau ditanya soal apa,” katanya.

Menurutnya soal dana aspirasi dirinya tidak terlalu paham. Menurut anggota DPRD asal PDIP, Widada Gandut semula dirinya ragu setelah mendapat surat penggilan karena merasa tidak pernah berurusan dengan Bupati nonaktif atau siapa pun soal Dana Aspirasi 2016. ”Soal suap jual-beli jabatan saya lebih tidak paham lagi.” Sebelumnya, 10 anggota DPRD Kabupaten Klaten dipanggil penyidik KPK ke Jakarta. Mereka dipanggil diduga terkait dana aspirasi atau bantuan keuangan APBD 2016 (SM/ 20/3).

Sumber di DPRD mengatakan, dana aspirasi APBD 2016 ditawar-tawarkan ke semua anggota setelah APBD digedok sekitar November. ”Saya menolak sebab waktunya mepet dan diminta setor 15 persen,” kata sumber yang tidak disebut namanya. Besarnya bantuan yang ditawarkan dari nilai ratusan juta sampai miliaran rupiah. Namun sebelum dana cair sekitar Juli, kata sumber tersebut, penerima sudah diminta setor minimal 10 persen dan sisanya boleh diserahkan setalah cair. (H34-54)

Comments

comments

Dipanggil KPK, Anggota DPRD Mengaku Bingung Reviewed by on . KLATEN -Pemeriksaan kembali dilakukan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait tersangka Bupati nonaktif, Sri Hartini. Kali ini yang diperiksa ad KLATEN -Pemeriksaan kembali dilakukan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait tersangka Bupati nonaktif, Sri Hartini. Kali ini yang diperiksa ad Rating: 0
scroll to top