Dimaknai sebagai Materi Promosi | suaramerdeka.com

Minggu , 28 Mei 2017

Home » SmCetak » Dimaknai sebagai Materi Promosi

Dimaknai sebagai Materi Promosi

20 Mei 2017 0:11 WIB Category: SmCetak, Suara Banyumas A+ / A-

4KALENDER event wisata budaya seharusnya dimaknai sebagai materi promosi yang sangat penting bagi wisatawan. Jadi proses penyusunannya tidak boleh dilakukan dengan serampangan. Menurut pengamat pariwisata Universita Jenderal Soedirman, Drs Chusmeru MSi, kegiatan yang meleset dari jadwal bisa menjadi bumerang bagi upaya promosi.

Pasalnya, materi yang sudah dimasukkan dalam kalender wisata dan budaya sama dengan mempromosikan daerah. ”Jadwal yang meleset harus dievaluasi. Mungkin ada yang salah pada waktu penyusunannya,” ujarnya, kemarin. Menurut pria asal Cilacap ini, proses penyusunan kalender ibarat mempersiapkan produk yang akan dijual ke konsumen. Dalam hal ini wisatawan yang akan berkunjung ke Banyumas.

Sasaran utamanya tentu para pengunjung dari luar daerah. Chusmeru mengatakan, para pelaku wisata dan budaya serta penyelenggara kegiatan perlu diajak berdialog saat penyusunan kalender. Sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. ”Ada agenda yang digarap oleh Pemkab, ada pula yang digarap oleh kelompok masyarakat. Itu bisa dijadikan satu, dipromosikan bersama-sama, asalkan ada komunikasi yang baik,” katanya.

Jangan Dipaksakan

Staf pengajar Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed ini menegaskan, melesetnya jadwal dan atraksi wisata budaya yang tidak disiapkan dengan baik dapat menimbulkan kekecewaan di kalangan wisatawan.

Hal itu akan mencoreng pariwisata Banyumas hanya karena kalender wisata. Menurut dia, sebaiknya objek dan daya tarik wisata serta atraksi yang belum siap menerima pengunjung jangan dipaksakan masuk ke dalam kalender wisata. Pengelolanya harus mendapat pembinaan terlebih dahulu sebelum dipasarkan.

”Contohnya seperti kegiatan adat Unggahan Banakeling. Ketika masyarakat adat masih belum nyaman dengan banyaknya jumlah pengunjung, sebaiknya kegiatan itu tidak dipublikasikan terlebih dahulu,” tambahnya. (Nugroho Pandhu Sukmono-33)

Comments

comments

Dimaknai sebagai Materi Promosi Reviewed by on . KALENDER event wisata budaya seharusnya dimaknai sebagai materi promosi yang sangat penting bagi wisatawan. Jadi proses penyusunannya tidak boleh dilakukan deng KALENDER event wisata budaya seharusnya dimaknai sebagai materi promosi yang sangat penting bagi wisatawan. Jadi proses penyusunannya tidak boleh dilakukan deng Rating: 0
scroll to top