Debt Collector Tarik Paksa Mobil | suaramerdeka.com

Minggu , 30 April 2017

Home » SmCetak » Debt Collector Tarik Paksa Mobil

Debt Collector Tarik Paksa Mobil

Nasabah Mengadu ke Polisi

22 April 2017 0:00 WIB Category: SmCetak, Suara Pantura A+ / A-

PEKALONGAN – Lagi-lagi kasus penarikan mobil kredit yang dilakukan tukang tagih (debt collector) kembali terjadi. Salah satunya dialami Kusmaningsih (60) warga Kelurahan Poncol Baru No 56 RT 03/RW 08 Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan.

Mobil Toyota Innova B-1955-SFN yang masih menjadi objek jaminan fidusia dengan debitur Kusmaningsih, ditarik oleh debt collector PT Andalan Finance Indonesia. Alasan ditarik karena debitur dimaksud dinilai telat membayar angsuran selama tiga bulan. Lantaran merasa dirugikan, maka Kusmaningsih mengadukan persoalannya ke Mapolsek Pekalongan Timur Polres Pekalongan Kota, Kamis (20/4).

Menurut Kusmaningsih, konsumen perusahaan pembiayaan PTAndalan Finance Indonesia Pekalongan, kejadian penarikan mobil berawal karena telat membayar angsuran dua bulan memasuki tiga bulan. Namun demikian, dia terpaksa harus merelakan mobil Toyota Innova type G M/T tahun 2009 warna hitam metalik diambil debt collector. Padahal, lanjut dia, angsuran mobil tersebut telah dibayar selama 16 bulan.

Adapun down payment (DP)-nya Rp 50 juta dengan angsuran Rp 4,1 juta per bulan dengan tenor selama 36 bulan. Akibat penyitaan sepihak tersebut, Kusmaningsih mengalami kerugian puluhan juta rupiah hanya karena telat membayar tiga bulan. Kendaraannya ditarik paksa di Salatiga. Anehnya lagi, terang dia, pihak perusahaan pembiayaan PT Andalan Finance Indonesia meminta biaya tarik sebesar Rp 8 juta, maka kendaraan akan dikembalikan kepadanya.

Tiga Kali Angsuran

Di samping itu, dia juga diminta membayar tiga kali angsuran dengan total Rp 12,5 juta, deposit dua kali angsuran Rp 8,3 juta serta total denda Rp 18,6 juta. ”Kami terus terang merasa dirugikan, maka kami beranikan diri mengadu ke Polsek Pekalongan Timur.

Hal itu lantaran kantor PTAndalan Finance Pekalongan berada di wilayah Pekalongan Timur, tepatnya di kawasan ruko Dupan Square,” terang Kusmaningsih. Kapolsek Pekalongan Timur Kompol Agus Riyanto menjelaskan, atas pengaduan tersebut pihaknya segera menindaklanjuti. Dijelaskan, korban diketahui warga Pekalongan Timur, sehingga polisi setempat yang menjadi tumpuan pengaduan.

Sementara itu, Budi, perwakilan PT Andalan Finance Indonesia Pekalongan mengaku tidak memiliki kewenangan menyelesaikan terkait persoalan dimaksud. Melainkan, kewenangan dimaksud menjadi tanggung jawab PT Andalan Finance Indonesia Semarang. ”Kami sifatnya hanya melaporkan saja ke Semarang. Untuk kebijakan, tentu menunggu dari kantor Semarang,” tutur Budi.

Terpisah, Totok Suprapto, ketua Lembaga Pelindungan Konsumen Garuda Pekalongan menegaskan, adanya penarikan unit mobil di jalan merupakan perbuatan melawan hukum. Sesuai regulasi, yang berwenang mengambil unit mobil yakni lembaga aparat eksekusi. Sementara ini, lembaga aparat eksekusi belum dibentuk, maka yang berhak menyita adalah panitera ataupun juru sita pengadilan di bawah pimpinan ketua pengadilan.

”Jadi, dalam hal ini debt collector tidak memiliki kewenangan apa pun untuk melakukan eksekusi. Jika hal itu dilakukan maka sudah tentu melanggar aturan. Dan, apa yang dilakukan tukang tagih merugikan masyarakat,” tegas Totok Suprapto. (H63-48)

Comments

comments

Debt Collector Tarik Paksa Mobil Reviewed by on . PEKALONGAN - Lagi-lagi kasus penarikan mobil kredit yang dilakukan tukang tagih (debt collector) kembali terjadi. Salah satunya dialami Kusmaningsih (60) warga PEKALONGAN - Lagi-lagi kasus penarikan mobil kredit yang dilakukan tukang tagih (debt collector) kembali terjadi. Salah satunya dialami Kusmaningsih (60) warga Rating: 0
scroll to top