Daya Beli Ayam Turun | suaramerdeka.com

Selasa , 27 Juni 2017

Home » SmCetak » Daya Beli Ayam Turun

Daya Beli Ayam Turun

22 April 2017 0:01 WIB Category: SmCetak, Suara Banyumas A+ / A-

PURWOKERTO – Harga daging ayam ras di pasar tradisional Purwokerto dalam sepekan terakhir naik. Kenaikan ini menyebabkan daya beli masyarakat turun.

Menurut penjual daging ayam di Pasar Manis Purwokerto, Kusmiyati (55), harga daging ayam ras naik dari Rp 30.000 per kilogram menjadi Rp 34.000 per kilogram. ”Saya tidak tahu penyebab kenaikan, karena harga ayam dari kandang (pedagang besar) sudah naik,” tuturnya, kemarin. Kenaikan ini, sambung dia, telah menyurutkan permintaan.

Daging ayam sebanyak 20 ekor atau sekitar 35 ekor tidak bisa langsung habis dalam sehari. ”Biasanya saya mampu menjual 20 ekor dalam sehari, tapi sekarang daging ayam yang dijual selalu sisa,” tuturnya. Untuk mengurangi risiko kerugian, sisa penjualan daging ayam dijual ke pemilik rumah makan dengan harga Rp 32.000 per kilogram.

”Saya jual ke rumah makan. Bayarnya belakangan tidak apa-apa, yang penting dagingnya terjual,” katanya. Penjual daging ayam lainnya, Raisem (58), juga mengatakan, kenaikan harga daging ayam ras dinilai akibat sentimen pasar menjelang Ramadan.

Hal ini sudah rutin terjadi setiap tahun. ”Kemungkinan karena sudah mendekati Ramadan. Tapi kenaikan ini membuat daya beli masyarakat turun. Akibatnya, penjualannya tidak seramai seperti biasanya,” ujar dia. (H60-62)

Comments

comments

Daya Beli Ayam Turun Reviewed by on . PURWOKERTO - Harga daging ayam ras di pasar tradisional Purwokerto dalam sepekan terakhir naik. Kenaikan ini menyebabkan daya beli masyarakat turun. Menurut pen PURWOKERTO - Harga daging ayam ras di pasar tradisional Purwokerto dalam sepekan terakhir naik. Kenaikan ini menyebabkan daya beli masyarakat turun. Menurut pen Rating: 0
scroll to top