Cucu : ”Syukur Syukur Syukur dan Terima Kasih” | suaramerdeka.com

Selasa , 27 Juni 2017

Home » SmCetak » Cucu : ”Syukur Syukur Syukur dan Terima Kasih”

Cucu : ”Syukur Syukur Syukur dan Terima Kasih”

Stadion Hoegeng Diresmikan

22 April 2017 0:00 WIB Category: SmCetak, Suara Pantura A+ / A-

PEKALONGAN – Wali Kota Achmad Alf Arslan Djunaid meresmikan perubahan nama Stadion Kraton menjadi Stadion Hoegeng, Jumat (21/4). Peresmian dilaksanakan usai upacara peringatan Hari Kartini dan dihadiri oleh istri mantan Kapolri Hoegeng Imam Santoso, Meriyati Roeslani, beserta keluarganya.

Hadir juga Wakapolda Jateng Brigjen Pol Drs Indrajit dan kapolres se-eks Polwil Pekalongan. Peresmian diawali dengan menyanyikan bersama lagu Hymne Hoegeng, dilanjutkan dengan penyerahan buku Hoegeng dari Meriyati kepada generasi penerus.

Setelah itu, penandatanganan prasasti dan diakhiri dengan pelepasan balon ke udara oleh Meriyati Hoegeng. Cucu pertama Hoegeng, Krisnadi Ramajaya yang mewakili keluarga Hoegeng mengucapkan terima kasih yang terdalam kepada masyarakat Kota Pekalongan.

”Saat ini saya susah untuk berkata-kata. Hanya rasa syukur syukur syukur dan terima kasih yang dalam untuk semua sedulur di Kota Pekalongan yang telah memberikan nama almarhum pada stadion ini,” terangnya. Menurut dia, dengan peresmian Stadion Hoegeng, keluarga mempunyai tanggung jawab moral yang lebih besar.

”Almarhum tidak meninggalkan harta, akan tetapi meninggalkan nama. Meninggalkan nama sangat berat untuk menjaganya. Saya berharap, stadion ini bisa memberikan kontribusi bagi lahirnya atlet-atlet dan tunas-tunas Kota Pekalongan yang terbaik bagi bangsa,” harapnya.

Pahlawan Nasional

Pada acara itu, Meriyati sempat menyanyikan lagu ”Hamba Menyanyi” didampingi Reni, anak pertamanya yang lahir di Kelurahan Poncol, Kota Pekalongan. Wali Kota Achmad Alf Arslan Djunaid berharap masyarakat Kota Batik meneladani sosok Hoegeng. Sementara itu, Wakapolda mengatakan, Hoegeng tidak hanya sosok teladan dan panutan bagi polisi, akan tetapi juga contoh untuk masyarakat yang menjunjung tinggi kejujuran.

”Hoegeng merupakan simbol polisi jujur. Kinerja dan perbuatannya menjadi contoh, inspirasi, dan teladan,” terangnya. Dia berharap, Hoegeng segera mendapatkan gelar sebagai pahlawan nasional. Sebelumnya, Ketua Majelis Perwalian Rakyat (Mapera) Kota Pekalongan Supriyadi menjelaskan, warga setempat sangat ingin Hoegeng ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

”Belum ada putra daerah yang jadi pahlawan nasional. Kami introspeksi dengan menggelar FGD. Dari 143 peserta yang hadir, suara yang terkumpul 215 persen. Mengapa demikian? Karena peserta menyatakan sangat sangat setuju, berkeinginan nama Hoegeng diusung menjadi pahlawan nasional,” paparnya.

Perubahan nama Stadion Kraton menjadi Stadion Hoegeng untuk mendukung pengusulan gelar pahlawan nasional terhadap Hoegeng. Salah satu syarat administrasi usulan calon pahlawan nasional adalah namanya telah diabadikan melalui sarana monumental sehingga dikenal m a s y a r a k a t .

Menurut Sekda Sri Ruminingsih, setelah diresmikannya Stadion Hoegeng, Pemkot akan menggelar seminar nasional pada Agustus mendatang. Seminar tersebut, jelas dia, untuk memenuhi syarat pengusulan gelar pahlawan nasional. (K30-48)

Comments

comments

Cucu : ”Syukur Syukur Syukur dan Terima Kasih” Reviewed by on . PEKALONGAN - Wali Kota Achmad Alf Arslan Djunaid meresmikan perubahan nama Stadion Kraton menjadi Stadion Hoegeng, Jumat (21/4). Peresmian dilaksanakan usai upa PEKALONGAN - Wali Kota Achmad Alf Arslan Djunaid meresmikan perubahan nama Stadion Kraton menjadi Stadion Hoegeng, Jumat (21/4). Peresmian dilaksanakan usai upa Rating: 0
scroll to top