Banjir Terjang Enam Desa | suaramerdeka.com

Sabtu , 27 Mei 2017

Home » SmCetak » Banjir Terjang Enam Desa

Banjir Terjang Enam Desa

21 Maret 2017 0:08 WIB Category: SmCetak, Suara Kedu A+ / A-
SM/Arif Widodo BERSIHKAN RUMAH : Warga Desa BaGelen Kecamatan Bagelen, Purworejo membersihkan rumah yang diterjang banjir, Senin (20/3). (43)

SM/Arif Widodo
BERSIHKAN RUMAH : Warga Desa BaGelen Kecamatan Bagelen, Purworejo membersihkan rumah yang diterjang banjir, Senin (20/3). (43)

PURWOREJO – Hujan selama dua hari dan berlanjut pada Senin (20/3) kemarin mengakibatkan banjir di enam desa.

Sejumlah jalan dan permukiman penduduk yang berada di bantaran Sungai Bogowonto, Purworejo itu diterjang banjir.

Masing-masing berada di Desa Jenarwetan dan Desa Karangsari Kecamatan Purwodadi, serta Desa Bagelen, Desa Bugel, Desa Bapangsari dan Desa Dadirejo Kecamatan Bagelen.

Dampak banjir paling parah dirasakan ratusan jiwa di Dusun Bojong Desa Bapangsari dan Dusun Karangjambu Desa Dadirejo.

”Warga di Bojong minta dievakuasi karena genangan meningkat, jadi kami turunkan dua perahu karet. Ada 24 jiwa mengungsi di Masjid Al Mustaqim Bojong,” terang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo, Boedi Hardjono.

Menurut Boedi, adanya banjir tersebut harus ada penanganan yang maksimal karena dua dusun itu langganan luapan Bogowonto. ”Pemerintah akan menormalisasi sungai itu dan kami berharap prosesnya dipercepat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Bojong Junaedi mengatakan, air mulai naik sekitar pukul 21.00 dan ketinggiannya terus meningkat hingga menggenangi puluhan rumah.

Minta Mengungsi

Kedalaman genangan di Bojong pada puncak banjir ratarata dua meter. ”Kalau dalam rumah 50 – 120 sentimeter, warga khawatir, sehingga minta mengungsi. Untuk pengungsi, kami prioritaskan lansia, ibu rumah tangga dan anak-anak,” ucapnya.

Dampak banjir juga dirasakan 120 kepala keluarga (KK) di Dusun Karangjambu Dadirejo. Permukiman mereka digenangi air dengan kedalaman rata-rata 100 – 150 sentimeter.

Namun warga tetap bertahan di rumah mereka. Menurut Kepala Dusun Karangjambu Triyono, warga berkeyakinan banjir tidak akan bertahan lama. Genangan Bagelen, katanya, merupakan air limpasan yang tertahan masuk laut.

“Muara tidak bisa langsung mengalirkan seluruh air, sehingga luber menggenangi rumah kami. Biasanya air surut dalam dua hari dengan catatan tidak turun hujan lebat di hulu,” ungkapnya. Triyono juga meminta pemerintah mempercepat normalisasi sungai dan membangun tanggul penahan banjir di Dadirejo.

“Kami sudah dapat sosialisasi, katanya tanggul segera dibangun. Banjir memang hanya sebentar, tapi sangat mengganggu,” tandasnya. (K5-43)

Comments

comments

Banjir Terjang Enam Desa Reviewed by on . [caption id="attachment_563333" align="alignleft" width="300"] SM/Arif WidodoBERSIHKAN RUMAH : Warga Desa BaGelen Kecamatan Bagelen, Purworejo membersihkan ruma [caption id="attachment_563333" align="alignleft" width="300"] SM/Arif WidodoBERSIHKAN RUMAH : Warga Desa BaGelen Kecamatan Bagelen, Purworejo membersihkan ruma Rating: 0
scroll to top