Kamis , 29 Juni 2017

Home » Suara Pantura » Ratusan Warga Batang Antre Beli Gas Melon

Ratusan Warga Batang Antre Beli Gas Melon

21 April 2017 15:12 WIB Category: Suara Pantura Dikunjungi: kali A+ / A-
Ratusan warga sedang mengantre untuk membeli gas LPG 3 kg. (Foto: suaramerdeka.com/Kasirin Umar)

Ratusan warga sedang mengantre untuk membeli gas LPG 3 kg. (Foto: suaramerdeka.com/Kasirin Umar)

BATANG, suaramerdeka.com – Ratusan warga Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, mengantre untuk membeli gas LPG ukuran 3 Kg, yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Batang, bekerjasama dengan Pertamina Semarang, dalam menggelar Operasi Pasar (OP) di pendopo Kantor Camat Batang, Jumat (21/4).

Menurut Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UKM, Dewi Wuryanti kepada suaramerdeka.com mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi kelangkaan gas LPG bersubsidi 3 Kg yang beberapa hari sulit diperoleh.

“Hari ini kami menggelar Operasi Pasar Gas LPG bersubsidi 3 kg di empat titik. Yaitu di Kecamatan Batang, Bandar, Tersono dan Blado. Setiap kecamatan kami drop 560 tabung gas LPG isi 3 kg, dengan harga Rp.15.500,-/tabung,” kata Dewi Wuryanti.

Dewi menambahkan dipilihnya empat kecamatan sebagai sasaran OP setelah dilakukan mapping (pemetaan) oleh Pertamina.

“Gas LPG bersubsidi hanya boleh dbeli oleh warga tidak mampu, dengan syarat menunjuk foto copy KTP. Satu KTP,  bisa membeli satu tabung gas LPG, tidak boleh lebih. Semoga dengan OP yang kami lakukan ini akan membantu meringankan beban warga yang membutuhkan gas LPG 3 kg,”katanya.

Kelangkaan gas LPG yang terjadi selama beberapa hari ini, kata Dewi, karena selama libur panjang sejak Jum’at (14/4), tidak ada pasokan. Ditambah, banyaknya permintaan yang melibihi kouta. Di Kabupaten Batang, tambah Dewi, pasokan gas LPG 3 kg rata-rata 400.000 tabung/bulan.

Pihaknya masih menyelidiki kemungkinan gas LPG 3 kg yang digunakan tidak sesuai dengan keperuntukannya, seperti untuk rumah makan dan indutri.

“Kami bersama Pertamina masih melakukan penyelidikan faktor penyebab yang membuat gas LPG 3 kg  bersubsidi ini bisa langka di pasaran,” kata Dewi Wuryanti.

Sementara itu Sukamto (50), warga Karangasem Selatan yang mengantre untuk membeli gas LPG bersubsidi kepada suaramerdeka.com mengatakan ia merasa terbantu meskipun hanya bisa membawa pulang satu tabung. “Sudah hampir satu minggu saya mengalami kesulitan untuk mendapatkan gas LPG 3 kg dengan harga normal. Kalau pun ada, harganya di tingkat pengecer cukup mahal, yaitu Rp.24.000,- hingga Rp.25.000,-/tabung,” kata Sukamto.
(Kasirin Umar/CN41/SMNetwork)

Ratusan Warga Batang Antre Beli Gas Melon Reviewed by on . [caption id="attachment_1017601" align="alignnone" width="400"] Ratusan warga sedang mengantre untuk membeli gas LPG 3 kg. (Foto: suaramerdeka.com/Kasirin Umar) [caption id="attachment_1017601" align="alignnone" width="400"] Ratusan warga sedang mengantre untuk membeli gas LPG 3 kg. (Foto: suaramerdeka.com/Kasirin Umar) Rating: 0