Sabtu , 24 Juni 2017

Home » Pilkada Serentak » Politik Uang dan Sembako Indikasikan Rendahnya Etika Politik

Politik Uang dan Sembako Indikasikan Rendahnya Etika Politik

20 April 2017 15:06 WIB Category: Pilkada Serentak Dikunjungi: kali A+ / A-
Foto: istimewa

Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pilkada DKI Jakarta putaran dua dinilai masih jauh dari etika politik. Hal ini terindikasi dari masih terjadinya politik uang dan sembako. Demikian disampaikan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Prof. Jimly Ashiddiqie, Kamis (20/4).

“Kemarin kita lihat di Kantor Panwaslu Jakarta Pusat dan Jakarta Barat ratusan karung sembako yang siap edar diamankan menjadi barang bukti,” terang Jimly seperti dikutip RRI.

Menurutnya dengan masih banyaknya sembako yang disebarkan kepada pemilih, etika politik di Tanah Air dari tahun ke tahun menunjukkan tidak adanya perbaikan. Sebab pembagian sembako yang sering dilakukan pada abad kesembilan belas, kini masih digunakan lagi.

Selain itu, DKPP menjumpai lebih dari 2.000 warga yang ada di rutan Salemba belum bisa menggunakan hak pilihnya karena tidak tercantum ke dalam DPT, padahal sebelumnya sudah diajukan pada panitia penyelenggara.

Sebelumnya, pada Pilkada DKI Putaran kedua, Rabu (19/4), DKPP melakukan monitoring ke sejumlah lokasi. Di antaranya ke Kantor Panwas Jakarta Pusat, Kantor Panwas Jakarta Barat, Polsek Kalideres, termasuk ke kantor DPC PPP Jakarta Selatan tempat penyimpanan sembako.
(RRI/CN41)

Politik Uang dan Sembako Indikasikan Rendahnya Etika Politik Reviewed by on . [caption id="attachment_848559" align="alignnone" width="400"] Foto: istimewa[/caption] JAKARTA, suaramerdeka.com - Pilkada DKI Jakarta putaran dua dinilai masi [caption id="attachment_848559" align="alignnone" width="400"] Foto: istimewa[/caption] JAKARTA, suaramerdeka.com - Pilkada DKI Jakarta putaran dua dinilai masi Rating: 0