Rabu , 28 Juni 2017

Home » Pringgitan » Budaya jawa » Penyingkiran Kramadangsa untuk Mencapai Murba Wasesa

Penyingkiran Kramadangsa untuk Mencapai Murba Wasesa

- Ajaran Ki Ageng Soerjamentaram

1 Januari 2017 18:38 WIB Category: Budaya jawa, Pringgitan, Tradisional Dikunjungi: kali A+ / A-
Foto: Akarasa

Foto: Akarasa

Ki Ageng Soerjamentaram merupakan figur pelaku mistik kejawen yang sederhana. Pengalaman hidupnya penuh dengan mistik. Ia hidup dengan prasaja, serta gemar berkelana, menyepi, dan pergi ke tempat-tempat sakral.

Ki Ageng Soerjamentaram berasal dari njeron beteng atau dalam lingkungan keraton. Ia merupakan putra Sri Sultan Hamengkubuwana VII dengan BRA Retnomandojo.

Baginya, hidup adalah laku dan penuh keprihatinan. Ia memberikan penyadaran bahwa manusia jangan sampai lupa dengan Sang Kuasa. Dengan sikap prasajanya, Ki Ageng Soerjamentaram mengenakan celana hitam dan mengalungkan kain parang rusak barong.

Baginya, hidup bukan untuk bermegah-megah. Drajat, pangkat, semat, hanya akan membuat manusia gelisah. Sejak itulah dia gemar bertapa, seperti tapa ngalong di gua-gua, untuk menemukan kesempurnaan hidup.

Dari situ pula, ia menerima wisik untuk disampaikan kepada siapa saja tentang kawruh begja. Baginya, kebahagiaan hanya akibat saja seperti halnya kesusahan. Untuk itulah, usaha menemukan sebab menjadi penting.

Dalam pandangan Ki Ageng Soerjamentaram, egoisme menyebabkan manusia celaka. Manusia perlu menjalankan tindakan batin guna memayu hayuning bawana. Sikap ini dipilih agar tercipta harmoni dalam hidupnya. Tindakan yang harus dilakukan adalah, sabutuhe, saperlune, sacukupe, sakepenake, dan sabenere.

Ia mengajarkan penyucian diri dengan cara perenungan atau semedi agar manusia terhindar dari kesulitan. Inti perenungan adalah upaya mencari sebab-sebab ketidaksempurnaan. Jika penyebab ketidaksempurnaan adalah tuntutan kramadangsa (keegoan) dan sejumlah nafsu, maka manusia perlu mengendalikannya. Pengendalian dapat dilakukan dengan menghilangkan “rasa takut” dan mengedepankan “rasa tabah”.

Pada saat demikian, manusia telah menemukan kesejatian dirinya. Manusia akan dapat murba wasesa dirinya. Manusia akan menjadi nakhoda dirinya.
(Fadhil Nugroho/CN41/SMNetwork)

- Disarikan dari Mistik Kejawen, Suwardi Endraswara

Penyingkiran Kramadangsa untuk Mencapai Murba Wasesa Reviewed by on . [caption id="attachment_892721" align="alignleft" width="182"] Foto: Akarasa[/caption] Ki Ageng Soerjamentaram merupakan figur pelaku mistik kejawen yang sederh [caption id="attachment_892721" align="alignleft" width="182"] Foto: Akarasa[/caption] Ki Ageng Soerjamentaram merupakan figur pelaku mistik kejawen yang sederh Rating: 0