Minggu , 25 Juni 2017

Home » Semarang Metro » Penyerapan Lulusan SMK Terkendala Persyaratan

Penyerapan Lulusan SMK Terkendala Persyaratan

19 Juni 2017 6:21 WIB Category: Semarang Metro Dikunjungi: kali A+ / A-
BERBINCANG DENGAN SISWA: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berbincang dengan siswa dan orang tua siswa usai wisuda  kelulusan SMK Negeri Jateng di Jalan Brotojoyo 1, Semarang, Sabtu (17/6). (suaramerdeka.com/Arie Widiarto)

BERBINCANG DENGAN SISWA: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berbincang dengan siswa dan orang tua siswa usai wisuda kelulusan SMK Negeri Jateng di Jalan Brotojoyo 1, Semarang, Sabtu (17/6). (suaramerdeka.com/Arie Widiarto)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Penyerapan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ke dunia usaha sampai saat ini belum sepenuhnya sesuai harapan. Beberapa kendala yang sering dialami diantaranya lulusan SMK antara lain dunia usaha belum berani menerima karyawan yang usianya belum 18 tahun.

Selain itu, kini perusahaan khususnya di bidang tertentu seperti tenaga mekanik mensyaratkan tinggi badan minimal 163 dan tidak menerima karyawan wanita.

”Tak sedikit lulusan SMK yang masih berusia 17 tahun, kemudian tinggi badan dan perusahaan ada yang memandang gender. Ini yang akan kami diskusikan dengan dunia usaha, khususnya soal tinggi badan dan gender agar bisa lebih diperlonggar,” jelas ungkap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai memimpin upacara wisuda kelulusan SMK Negeri Jateng di Jalan Brotojoyo 1, Semarang, Sabtu (17/6).

Meski demikian, lanjut Ganjar, secara umum penyerapan lulusan SMK khususnya di Jateng sudah bagus. Misalnya sekolah gratis untuk siswa miskin yang digagas Gubernur mayoritas siswa sudah mendapat pekerjaan. Kemudian dan ada lima persen yang melanjutkan ke jenjang kuliah, bahkan sebagian diterima di jalur SBMPTN.

Ia menjelaskan, 233 siswa yang lulus berasal dari tiga SMK Jawa Tengah. Yakni 118 dari SMK Negeri Jawa Tengah Semarang, 48 siswa SMK Negeri Jawa Tengah Pati, dan 67 siswa SMK Negeri 3 Purbalingga.

Ganjar menjelaskan, keunikan SMKN Jateng adalah sistem boarding school atau beasiswa penuh selama tiga tahun masa pendidikan. Selain itu, yang berhak mengikuti pendidikan tersebut adalah anak yang berasal dari keluarga sangat lemah secara ekonomi.

”Bahkan, saat penjaringan dilakukan home visit, survei ke rumah masing-masing demi memastikan calon siswa tersebut benar-benar dari keluarga tidak mampu,” katanya.

Ganjar Pranowo mengatakan, SMK Jawa Tengah adalah wujud komitmennya untuk memberi akses pendidikan layak bagi anak-anak keluarga miskin. Harapannya dengan mendapat pendidikan bermutu, siswa akan mampu mengangkat ekonomi keluarganya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Gatot Bambang Hastowo mengemukakan, meski tidak ada ikatan kerja, namun pihak sekolah berinisiatif mencarikan pekerjaan untuk lulusan.

(Arie Widiarto/CN39/SM Network)

Penyerapan Lulusan SMK Terkendala Persyaratan Reviewed by on . [caption id="attachment_1079450" align="alignnone" width="400"] BERBINCANG DENGAN SISWA: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berbincang dengan siswa dan orang tua si [caption id="attachment_1079450" align="alignnone" width="400"] BERBINCANG DENGAN SISWA: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berbincang dengan siswa dan orang tua si Rating: 0