Sabtu , 24 Juni 2017

Home » Semarang Metro » Pendirian Museum Salatiga Terkendala Kepemilikan Lahan

Pendirian Museum Salatiga Terkendala Kepemilikan Lahan

21 April 2017 6:24 WIB Category: Semarang Metro Dikunjungi: kali A+ / A-
GEDUNG PAKUWON: Gedung Pakuwon yang berada di Komplek Lapangan Pancasila diusulkan dijadikan Museum Salatiga. (suaramerdeka.com / Surya Yuli P)

GEDUNG PAKUWON: Gedung Pakuwon yang berada di Komplek Lapangan Pancasila diusulkan dijadikan Museum Salatiga. (suaramerdeka.com / Surya Yuli P)

SALATIGA, suaramerdeka.com – Desakan sejumlah pihak agar Gedung Pakuwon dijadikan Museum Salatiga terus bergulir, meskipun sejumlah persoalan dan kendala bakal dihadapi. Salah satunya adalah status gedung dan lahan Pakuwon yang merupakan milik swasta.

Informasi yang diperoleh DPRD dan Pemkot Salatiga telah berupaya mencari dan menghubungi pemilik gedung tersebut, serta berupaya membelinya guna kepentingan publik. Namun hingga kini belum ada kepastian apakah lahan dan bangunan yang menjadi salah satu saksi sejarah dilakukannya Perjanjian Salatiga itu, bisa menjadi aset daerah.

Gagasan dari masyarakat disampaikan Koordinator Cinta Salatiga, Henry Wicaksono, yang mengatakan sudah investor yang mendukung pendirian Museum Salatiga di lokasi Gedung Pakuwon. ”Kami berharap dukungan masyarakat agar pendirian Museum Salatiga di Gedung Pakuwon bisa direalisasikan,” kata pria yang akrab disapa Sony itu.

Diakuinya ada kendala soal kepemilikan lahan, tetapi hal itu jangan membuat semangat berbuat baik untuk Kota Salatiga lewat pendirian Museum Salatiga luntur. Dia yakin dengan adanya dukungan masyarakat, maka realisasi Museum Salatiga bisa terwujud.

Diterangkannya, warga di Salatiga maupun daerah lainnya, melalui grup <I>facebook<P> Cinta Salatiga, mendukung dan bersedia menyerahkan barang berharga atau bersejarah untuk dipajang di Museum Salatiga. Mulai dari foto-foto lama, benda bersejarah, dan lainnya. Desakan menjadikan Gedung Pakuwon sebagai Museum Salatiga, sebelumnya telah diungkapkan penulis buku dan pemerhati Sejarah Kota Salatiga, Eddy Supangkat.

Dia meminta agar Pemkot menjadikan Komplek Pakuwon sebagai museum kebanggaan masyarakat. Usulan itu disampaikannya karena Pakuwon merupakan salah satu ciri atau ikon Salatiga, yang bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung.

Di sisi lain, hingga saat ini Salatiga belum memiliki museum sebagai pusat penyimpanan benda-benda sejarah yang terkait dengan sejarah kota. “Komplek Pakuwon harus bisa dilestarikan. Usulan saya menjadikan tempat itu sebagai Museum Salatiga. Hingga kini, kota ini belum memiliki museum, sehingga perlu dipikirkan lagi keberadaannya,” kata Eddy Supangkat.

(Surya Yuli P / CN26 / SM Network)

Pendirian Museum Salatiga Terkendala Kepemilikan Lahan Reviewed by on . [caption id="attachment_1017410" align="alignnone" width="400"] GEDUNG PAKUWON: Gedung Pakuwon yang berada di Komplek Lapangan Pancasila diusulkan dijadikan Mus [caption id="attachment_1017410" align="alignnone" width="400"] GEDUNG PAKUWON: Gedung Pakuwon yang berada di Komplek Lapangan Pancasila diusulkan dijadikan Mus Rating: 0