Senin , 26 Juni 2017

Home » Suara Kedu » Pedagang Pasar Wage Lapor Bupati Soal Mahalnya Harga Kios

Pedagang Pasar Wage Lapor Bupati Soal Mahalnya Harga Kios

20 Maret 2017 21:42 WIB Category: Suara Kedu Dikunjungi: kali A+ / A-
PASAR WAGE: Pasar Wage Adiwinangun Ngadirejo, Kabupaten Temanggung sebagai pusat perekonomian terbesar ketiga akan ditata dengan memasukkan para pedagang agar menjadi bersih, rapi, dan nyaman. (suaramerdeka.com/Raditia Yoni Ariya)

PASAR WAGE: Pasar Wage Adiwinangun Ngadirejo, Kabupaten Temanggung sebagai pusat perekonomian terbesar ketiga akan ditata dengan memasukkan para pedagang agar menjadi bersih, rapi, dan nyaman. (suaramerdeka.com/Raditia Yoni Ariya)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com – Merasa harga kios dan los terlalu mahal, sejumlah pedagang Pasar Wage Adiwinangun Ngadirejo, Kabupaten Temanggung beramai-ramai lapor ke Bupati Bambang Sukarno di Rumah Dinas Pendapa Pengayoman. Selain harga murah, pedagang juga meminta pembayaran tidak melalui perbankan. Tetapi langsung melalui dinas terkait saja agar lebih cepat, praktis, dan tidak terbebani biaya bank.

Istiah (51), salah satu pedagang mengatakan, mereka menemui Bupati Bambang Sukarno, agar ada kesepakatan dan keringanan soal harga kios dan los. Sebelumnya pedagang juga sudah menanggung biaya berat, di mana saat ada pembangunan mereka membuat kios dan darurat dengan biaya sendiri sebesar Rp 4 juta.

“Keluhan padagang itu harga terlalu mahal, yakni Rp 63.405.000,- untuk kios ukuran 3×3 meter kami keberatan, itu hanya dipakai 30 tahun nanti kalau ada pembangunan kan harus ngurus lagi. Kalau dihitung 30 tahun dari yang kita beli tahun 2004 kan masih bisa menempati 18 tahun lagi. Lebih beratnya katanya tidak boleh mencicil, kami mau tapi jangan lewat bank biar tidak kena bunga, kami minta harganya Rp 25 atau 30 juta saja,” ujarnya Senin (20/3).

Sri Sariyaningsih (30), pedagang lain menuturkan, dari informasi yang didiapatnya jika ingin menempati Pasar Wage Adiwinangun harus menebus los Rp 8,6 juta. Dia juga mengungkapkan keberatannya dan jika boleh menawar mematok di harga Rp 5 juta, terlebih penempatan di lantai atas yang dikhawatirkan akan sepi pembeli.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Wage Adiwinangun Ngadirejo Wanto (47) menutukan, pada intinya kedatangan menemui Bupati juga untuk menata pedagang. Supaya kondisi pasar aman, nyaman, tertib, tidak semrawut, kumuh, dan tidak menyebabkan kemacetan seperti saat ini. Diharapkan tidak ada lagi pedagang yang berada di luar pasar.

“Soal harga los dan kios sementara masih pending masih tarik ulur, tawar menawar, jadi harga belum pasti, kalau pedagang ya minta keringanan dan tidak melalui bank. Jumlah kios ada 16 unit los 37 unit. Sedangkan jumlah pedagang yang di depan berdasar data masuk di paguyuban itu ada sekitar 300, dan diupayakan masuk semua ke dalam pasar. Di antara 300 pedagang itu sebenarnya ada yang sudah punya los di atas tapi nekat berjualan di bawah,” katanya.

Bupati Bambang Sukarno menuturkan, penataan pedagang itu dilakukan setelah selesai dibangunnya sejumlah los dan kios. Sementara pedagang menghendaki masuk tanggal 31 Maret 2017, dan soal harga memang belum diputuskan atau belum final. Menanggapi keinginan keringanan harga dari pedagang, Bupati meminta ada permohonan secara tertulis.

“Jadi yang sudah dibangun ada 37 los dan 16 kios. Nah soal harga masih dirembug, saya minta ada permintaan tertulis ada hitam di atas putih. Penataan ini agar di luar pasar jadi bersih, kita juga tidak cari untung, yo ora usah larang-larang mesake,” tandasnya.
(Raditia Yoni Ariya/CN40/SM Network)

Pedagang Pasar Wage Lapor Bupati Soal Mahalnya Harga Kios Reviewed by on . [caption id="attachment_982325" align="alignnone" width="400"] PASAR WAGE: Pasar Wage Adiwinangun Ngadirejo, Kabupaten Temanggung sebagai pusat perekonomian ter [caption id="attachment_982325" align="alignnone" width="400"] PASAR WAGE: Pasar Wage Adiwinangun Ngadirejo, Kabupaten Temanggung sebagai pusat perekonomian ter Rating: 0