Minggu , 20 Agustus 2017

Home » Semarang Metro » Orang Tua Siswa MTsN Salatiga Sediakan Laptop Bekas untuk UNBK

Orang Tua Siswa MTsN Salatiga Sediakan Laptop Bekas untuk UNBK

20 Maret 2017 22:18 WIB Category: Semarang Metro Dikunjungi: kali A+ / A-
MEMANTAU TRY OUT: Kepala MTsN Salatiga Sugiyanto memantau pelaksanaan try out ujian nasional berbasi komputer yang diikuiti siswanya menggunakan laptop pinjaman dari orang tua siswa. (suaramerdeka.com/Surya Yuli P)

MEMANTAU TRY OUT: Kepala MTsN Salatiga Sugiyanto memantau pelaksanaan try out ujian nasional berbasi komputer yang diikuiti siswanya menggunakan laptop pinjaman dari orang tua siswa. (suaramerdeka.com/Surya Yuli P)

SALATIGA, suaramerdeka.com – Meski pun Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tidak diwajibkan, namun semangat orang tua dan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs) Salatiga melaksanakan program pemerintah itu sangat besar. Secara sukarela (swadaya) dengan dukungan dari orang tua dan siswa, mereka menyediakan laptop bekas miliknya agar bisa dipakai untuk pelaksanaan UNBK. Status laptop itu pun merupakan pinjaman orang tua dan akan dikembalikan setelah UNBK pada awal Mei mendatang selesai dilaksanakan.

“Tidak ada kewajiban melaksanakan UNBK di MTsN. Bila fasilitas tak memenuhi, maka menginduk (dilaksanakan) di SMA atau SMK terdekat. Namun para siswa yang didukung orang tua meminta agar madrasah mampu melaksanakan sendiri,” kata Kepala MTsN Salatiga, Sugiyanto, di sela-sela try out UNBK di komplek MTsN Jl Veteran Salatiga, Senin (20/3).

Menurutnya tidak semua siswa atau orang tua dari total 250 siswa kelas 3 (kelas 9) mampu menyediakan laptop, karena banyak juga dari keluarga tidak mampu. Setidaknya ada sekitar 100 laptop bekas dukungan orang tua yang dipinjamkan dengan spesifikasi sesuai dengan standar UNBK. Dari dukungan tersebut akhirnya bisa terwujud tiga ruang kelas yang dijadikan tempat UNBK. Setiap ruangan terdapat 28 laptop untuk 28 siswa, dan empat laptop cadangan bila terjadi gangguan.
Dengan perbandingan jumlah siswa dan jumlah laptop/ruangan, maka ujian nasional berbasis komputer itu pun dilaksanakan dalam tiga shif sehari.

“Kami terus melaksanakan try out dan simulasi kepada siswa, sehingga diharapkan semua siswa nantinya sudah siap mengikuti UNBK pada awal Mei mendatang,” ungkap Sugiyanto.

Sugiyanto mengaku terharu serta bangga, dengan semangat siswa dan beberapa orang tua membantu madrasah menyediakan fasilitas laptop bekas untuk pelaksanaan UNBK. Mereka juga mendapat bimbingan teknisi dari SMK Telekomunikasi Tunas Harapan Tengaran, karena MTsN awalnya mengikuti try out di sekolah itu.

Diterangkannya, sisi menarik dari persiapan pelaksanaan UNBK ini, MTsN dan orang tua secara swadaya menyiapkan laptop dan fasilitas sendiri. Lalu pelaksanaan ujian berlangsung di ruang kelas (bukan lab komputer), dan sebagai bukti dokumen laptop pinjaman maka sekolah meminta tanda tangan surat peminjaman laptop dari orang tua.

Tidak hanya itu, para guru dilibatkan penuh untuk menjadi pembimbing dan teknisi selama try out UNBK. Dia berharap agar dukungan orang tua tersebut membawa hasil pelaksanaan ujian nasional yang baik bagi siswa, sehingga bisa memperoleh nilai terbaik pula.

Melatih Kejujuran

Sementara itu, guru pembimbing UNBK sekaligus teknisi MTsN Salatiga, Abdul Latif dan Syariful Hadi mengungkapkan, secara prinsip laptop bekas tidak masalah ujian tersebut. Karena yang terpenting laptop memenuhi spesifikasi untuk UNBK. Saat program UNBK yang didownload secara nasional dari Kemendikbud difungsikan, maka program komputer lainnya di dalam laptop tidak bisa dibuka. Kemudian dalam sistem ujian UNBK, antara satu peserta dengan peserta lainnya di dalam ruangan akan mendapat soal secara acak, sehingga tidak bisa saling mencontek.

“Ini yang menjadi harapan orang tua dan guru karena UNBK melatih kejujuran karena siswa tidak dapat mencontek,” kata Abdul Latif.

Seperti diketahui di Kota Salatiga ada 32 SMP/MTs. Ada sekolah yang tidak melaksanakan UNBK atau Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNBKP). Sejumlah SMP dan MTsN menggelar UNBK mandiri, sedangkan beberapa sekolah lainnya menginduk di SMA atau SMK terdekat.

Kepala Dinas Pendidikan Salatiga, Niken Lidiastuti melalui Ketua Panitia UN Salatiga, Tri Maryani mengatakan, UNBK tidak dilaksanakan sejumlah sekolah. Karena fasilitas komputer di sekolah tidak memadai. Jumlah peserta ujian nasional di tingkat SMP/MTs di Salatiga ini 3.627 siswa. Sedangkan peserta ujian pendidikan kesetaraan Paket B sebanyak 123 siswa.
(Surya Yuli P/CN40/SM Network)

Orang Tua Siswa MTsN Salatiga Sediakan Laptop Bekas untuk UNBK Reviewed by on . [caption id="attachment_982334" align="alignnone" width="400"] MEMANTAU TRY OUT: Kepala MTsN Salatiga Sugiyanto memantau pelaksanaan try out ujian nasional berb [caption id="attachment_982334" align="alignnone" width="400"] MEMANTAU TRY OUT: Kepala MTsN Salatiga Sugiyanto memantau pelaksanaan try out ujian nasional berb Rating: 0