Sabtu , 24 Juni 2017

Home » Semarang Metro » Orang Muda Katolik Jadi Bentara Kasih di Tengah Pluralitas

Orang Muda Katolik Jadi Bentara Kasih di Tengah Pluralitas

Uskup Terpilih Mgr Robertus Rubiyatmoko Pr

21 Maret 2017 7:39 WIB Category: Semarang Metro Dikunjungi: kali A+ / A-
Foto: suaramerdeka.com / Modesta Fiska

Foto: suaramerdeka.com / Modesta Fiska

SEMARANG, suaramerdeka.com – Tantangan gereja Katolik ke depan semakin besar dan umat Katolik juga harus teguh dalam iman dan pengharapan. Menurut Uskup terpilih Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr Robertus Rubiyatmoko Pr, iman juga akan hidup jika berhadapan dengan orang lain serta menjadi nyata dalam kebersamaan dengan orang lain baik sesama umat Katolik maupun masyarakat secara umum.

Peranan Orang Muda Katolik (OMK) juga tidak bisa dilepaskan begitu saja dalam hidup menggereja. Apalagi momentum Asian Youth Day (AYD) pada tahun ini yang akan dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai negara menjadi bagian dari perhelatan besar KAS.

”Kehadiran Bapa Suci Paus sampai kini belum tahu, tapi kita sudah siapkan rencana A dan B. Pasti kita senang sekali kalau beliau hadir tapi kita lihat juga kesibukan beliau. Yang pasti momentum AYD melibatkan banyak orang untuk membuat perubahan khususnya OMK sebagai tulang punggung gereja yang bisa menjadi bentara kasih di tengah pluralitas,” imbuh pastor kelahiran Sleman yang ditahbiskan imamatnya pada 12 Agustus 1992.

Romo Rubi yang dipilih sebagai uskup oleh Paus Fransiskus awalnya sempat merasa tidak percaya dan ada penolakan karena ada pikiran belum pantas menjadi Gembala baru di KAS menggantikan Mgr Johanes Pujasumarta yang meninggal pada 10 November 2015.

Mohon Petunjuk

Panggilan Nuntio Apostolik untuk Romo Robertus Rubiyatmoko Pr agar datang ke Kedutaan Vatikan di Jakarta 4 Maret juga tidak langsung diiyakan. Doktor Ilmu Hukum Gereja lulusan Universitas Gregoriana Roma itu sudah merasa tak enak karena bisa jadi ini menyangkut sesuatu hal besar terkait Keuskupan Agung Semarang (KAS).

Hingga 10 Maret, Romo Rubi baru bisa datang memenuhi panggilan Duta Besar Vatikan (Nuntio Apostolik) untuk Indonesia Mgr Antonio Filipazzi.

”Sejak awal dipanggil ada kekhawatiran takut ini pasti ada hubungannya dengan KAS karena kita sudah lama menanti adanya uskup baru. Hati saya belum siap untuk langsung datang antara mimpi buruk dan bingung bagaimana jika Tuhan memanggil saya menjadi uskup,” papar Mgr Rubi.

Dosen Hukum Gereja Fakultas Teologi Wedabhakti – Universitas Sanata Darma Yogyakarta itu pun terus berdoa memohon petunjuk meski dalam hati kecil pergulatan itu terjadi karena tugas berat sudah menanti. Dirinya mencoba berdoa dan menangkap apa yang menjadi kehendak Tuhan atasnya.

”Saya terus berkonsultasi termasuk dengan Mgr Haryo (Ignatius Suharyo-Uskup Keuskupan Agung Jakarta) dan beliau meneguhkan saya. Akhirnya sebagai bentuk ketaatan saya menerima tugas yang diberikan,” imbuh Vikaris Yudisial KAS itu.

Calon uskup ini direncanakan akan ditahbiskan maksimal tiga bulan sejak hari diumumkan keterpilihannya sebagai Gembala yang baru di KAS. Namun kepastian tanggal saat ini masih dalam pembahasan mengingat banyak yang harus dipersiapkan termasuk mengundang seluruh Uskup yang ada di Indonesia.

(Modesta Fiska / CN26 / SM Network)

Orang Muda Katolik Jadi Bentara Kasih di Tengah Pluralitas Reviewed by on . [caption id="attachment_983263" align="alignnone" width="400"] Foto: suaramerdeka.com / Modesta Fiska[/caption] SEMARANG, suaramerdeka.com - Tantangan gereja Ka [caption id="attachment_983263" align="alignnone" width="400"] Foto: suaramerdeka.com / Modesta Fiska[/caption] SEMARANG, suaramerdeka.com - Tantangan gereja Ka Rating: 0