Sabtu , 25 Maret 2017

Home » Pringgitan » Budaya jawa » Nggayuh Katentreman di Candi Kethek

Nggayuh Katentreman di Candi Kethek

16 Januari 2017 19:51 WIB Category: Budaya jawa, Pringgitan, Tradisional Dikunjungi: kali A+ / A-
Foto: Sekar Rinonce

Foto: Sekar Rinonce

CANDI KETHEK berada di lereng barat Gunung Lawu. Siapa sangka, candi ini tak jauh dari kawasan Candi Cetho yang terletak di Desa Blumbang, Jenawi, Karanganyar.

Candi Kethek diduga merupakan peninggalan peradaban Hindu, sekitar tahun 1451 M. Konon banyak kejadian mistis terjadi di candi yang bentuknya tak seutuh Candi Cetho ataupun Candi Sukuh yang ternama di Karanganyar.

Candi Kethek adalah sebuah situs bekas bangunan candi dengan empat teras bertingkat yang menghadap ke arah barat. Masing-masing teras itu dihubungkan dengan undakan batu.

Candi Kethek dikelilingi oleh bukit-bukit yang lapang, dengan berbagai macam pepohonan yang tumbuh di sekitarnya.
Pada teras pertama candi terdapat struktur bangunan di sisi timur laut. Teras kedua dan ketiga masing-masing terdapat dua struktur bangunan di sisi utara dan selatan. Sedangkan teras keempat, teras teratas, diperkirakan merupakan tempat berdirinya bangunan induk candi, yang sekarang didirikan sebuah istana kecil dengan kemuncak mahkota berwarna keemasan, dibalut Kain Poleng khas Bali.

Untuk menuju ke Candi Kethek, jalan yang ditempuh tak mudah. Dari Candi Cetho masih harus menempuh jarak kurang lebih empat kilometer, melewati tengah hutan yang sulit dilalui. Agar tidak tersesat, meminta bantuan dari warga sekitar sangat direkomendasikan.

Terkenal Untuk Tempat Lelaku
Candi Kethek sendiri pertama kali ditemukan oleh warga, Sudarno, yang sedang mencari rumput di tengah hutan. Ketika ia menyabit rumput, ia terkejut sebab berulangkali arit yang digunakan menyentuh benda keras. Ketika digali lagi, ternyata benda keras tersebut berwujud batu bersusun sepanjang 1,5 meter.

Sebelum Sudarno menemukan candi tersebut, ada sejumlah warga yang melihat cahaya putih dan hijau yang bersinar di angkasa, kemudian jatuh ke bukit yang menunjukkan tempat ditemukannya candi tersebut.

Dinamakan Candi Kethek, lantaran ketika ditemukan pertama kali di puncak bukit, pernah terdapat arca kera (kethek). Namun dalam perkembangannya, arca tersebut musnah tanpa ada yang mengetahui.

Ada banyak kisah angker di lokasi candi. Penampakan berwujud kera, suara tanpa wajah, kerap ditemui di sekitar candi. Warga yang kebetulan sedang berada di sana, diminta untuk tidak bertindak gegabah agar tak mengalami hal-hal buruk.

Meski candi ini dikenal wingit dan angker, banyak orang yang mendatangi candi ini untuk menunaikan lelaku. Ada banyak pengharapan yang disampaikan. Ada yang ingin meraih ketenteraman hidup, naik pangkat, hingga dilancarkan dalam rezeki. Tempat ini selalu ramai setiap malam Jumat.
(Fadhil/CN41/SMNetwork)

Nggayuh Katentreman di Candi Kethek Reviewed by on . [caption id="attachment_910300" align="alignnone" width="361"] Foto: Sekar Rinonce[/caption] CANDI KETHEK berada di lereng barat Gunung Lawu. Siapa sangka, cand [caption id="attachment_910300" align="alignnone" width="361"] Foto: Sekar Rinonce[/caption] CANDI KETHEK berada di lereng barat Gunung Lawu. Siapa sangka, cand Rating: 0