Sabtu , 25 Maret 2017

Home » Pringgitan » Budaya jawa » Mistisme Dewi Lanjar

Mistisme Dewi Lanjar

18 Juli 2016 18:10 WIB Category: Budaya jawa, Pringgitan, Tradisional Dikunjungi: 6567 kali A+ / A-

Dewi Lanjar

Kisah tentang orang-orang yang mengalami penyiksaan akibat menggunakan pesugihan Dewi Lanjar. Mereka yang disiksa, adalah mereka yang takabur, terbuai dengan kekayaan yang berlimpah, sehingga melupakan Tuhan dan memuja Dewi Lanjar secara berlebihan. Bahkan mereka konon menjadi bahan pembuatan jembatan yang menghubungkan antara pusat kerajaan dengan aula penyiksaan, dengan kondisi terikat dengan posisi saling berlawanan….

TAK hanya Laut Selatan. Masyarakat di Pesisir Pantai Utara Jawa Tengah juga punya cerita tentang keberadaan Dewi Lanjar. Konon, Dewi Lanjar dahulunya bernama Dewi Rara Kuning (di beberapa daerah, selain disebut Dewi Lanjar, ia juga disebut sebagai Dewi Sekar Tunjung Sari, Eyang Wali Ireng, maupun Dewi Rantam Sari). Ia telah menjadi janda di usia yang sangat muda karena suaminya meninggal beberapa waktu setelah pernikahan mereka. Itulah sebabnya Dewi Rara Kuning kemudian terkenal dengan sebutan Dewi Lanjar. Dewi Lanjar kemudian memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya agar tidak terus-menerus dirundung duka.

Ketika penyusurannya tiba di Sungai Opak, Dewi Lanjar bertemu dengan Panembahan Senopati. Panembahan Senopati kemudian menyarankannya untuk bersemadi di Pantai Selatan, menghadap Kanjeng Ratu Kidul.

Persemadian Dewi Lanjar mengantarkannya bertemu dengan Kanjeng Ratu Kidul. Kanjeng Ratu Kidul pun menerimanya sebagai muridnya. Keputusan Dewi Lanjar untuk menetap di Pekalongan, dilatarbelakangi atas ketidakberhasilannya mencegah Raden Bahu  yang tengah membuka hutan Gambiren (kini berada di sekitar jembatan Anim dan desa Sorogenen di Pekalongan, yakni tempat Raden Bahu membuat api ).

Pantai Slamaran (Foto: Kompas)

Pantai Slamaran
(Foto: Kompas)

Karena tidak berhasil menunaikan tugas itulah, Dewi Lanjar memutuskan untuk tidak kembali ke Pantai Selatan, tetapi memohon izin kepada Raden Bahu untuk dapat bertempat tinggal di Pekalongan. Itikadnya disetujui, baik oleh Raden Bahu maupun oleh Kanjeng Ratu Kidul. Dewi Lanjar akhirnya diperkenankan tinggal di Pantai Utara Jawa Tengah, terutama di Pekalongan. Konon, letak keraton Dewi Lanjar terletak di pantai Pekalongan, di sebelah sungai Slamaran. Sampai hari ini, menurut cerita yang kerap terdengar, banyak orang yang menginginkan kekayaan lewat jalan pintas, mengunjungi Pantai Slamaran untuk memperoleh pesugihan ratu penguasa Pantai Utara ini.

Mitos yang beredar di kalangan masyarakat luas, Dewi Lanjar merupakan seorang wanita yang berwajah cantik dengan rambut hitam panjang tergerai. Dewi Lanjar dikenal sebagai dewi yang welas asih dan selalu membantu orang-orang yang membutuhkan, terlebih kepada orang-orang yang taat pada ajaran agamanya. Konon, ia kerap muncul di keramaian dan menyamar sebagai orang biasa.

Muncul pula kisah tentang orang-orang yang mengalami penyiksaan akibat menggunakan pesugihan Dewi Lanjar. Mereka yang disiksa, adalah mereka yang takabur, terbuai dengan kekayaan yang berlimpah, sehingga melupakan Tuhan dan memuja Dewi Lanjar secara berlebihan. Bahkan mereka konon menjadi bahan pembuatan jembatan yang menghubungkan antara pusat kerajaan dengan aula penyiksaan, dengan kondisi terikat dengan posisi saling berlawanan.

Benar atau tidaknya, semuanya tetap gugon tuhon. Tapi, tak ada salahnya Anda sesekali berkunjung ke Pantai Slamaran, untuk merasakan eksotisme alam dan mistisme mitos yang berseliweran. (Fadhil/CN41)

Foto: Istimewa

Mistisme Dewi Lanjar Reviewed by on . Kisah tentang orang-orang yang mengalami penyiksaan akibat menggunakan pesugihan Dewi Lanjar. Mereka yang disiksa, adalah mereka yang takabur, terbuai dengan ke Kisah tentang orang-orang yang mengalami penyiksaan akibat menggunakan pesugihan Dewi Lanjar. Mereka yang disiksa, adalah mereka yang takabur, terbuai dengan ke Rating: 0