Sabtu , 25 Maret 2017

Home » Pringgitan » Budaya jawa » Meramal Perkara dari Cupu Kiai Panjala

Meramal Perkara dari Cupu Kiai Panjala

28 September 2016 16:15 WIB Category: Budaya jawa, Pringgitan, Tradisional Dikunjungi: kali A+ / A-
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

RAMALAN apa yang akan terjadi selama setahun ke depan, diyakini muncul dari sebuah tradisi yang dijalankan oleh warga Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tradisi membuka Cupu Kiai Panjala itu dinanti ratusan warga dari berbagai daerah.

Ritual tersebut rutin digelar setiap malam Selasa Kliwon, mengambil tempat di rumah salah seorang ahli waris Dwijo Sumarto. Tepatnya, di Padukuhan Mendak, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang. Dwijo Sumarto sendiri merupakan abdi dalem Kraton Yogyakarta yang juga merupakan keturunan pemilik cupu, yakni Kiai Panjala, yang hidup ratusan tahun silam.

Pembukaan cupu Kiai Panjala dilakukan tepat pukul dua belas malam. Cupu kiai Panjala dibawa keluar dari ruang penyimpanannya. Di depan rumah milik Dwijo Sumarto inilah cupu dibuka.

Konon, Kiai Panjala, pemilik cupu ini, semasa hidupnya tidak pernah menikah. Sehingga tiap kali cupu dibuka, kaum perempuam tidak diperbolehkan melihatnya.

Kiai Panjala sendiri merupakan anak dari seorang murid Sunan Kalijaga yang hilang dil autan. Kiai Panjala ditemukan di pantai Gesing setelah dijala atau dijaring orang tuanya. Ketika ditemukan, kiai Panjala membawa sejumlah barang berharga, salah satunya cupu.

Diyakini, gambar-gambar berupa pola air yang terdapat pada sekitar puluhan kain pembungkus cupu panjala mengandung ramalan kejadian yang akan terjadi setahun ke depan. Cupu Kiai Panjala yang berjumlah tiga buah mirip dengan vas bunga. Cupu paling besar bernama Semar Kinandu, yang agak kecil Kalang Kinantang sedangkan paling kecil Kenthiwiri. Konon  cupu tersebut berusia 500 tahun.

Pada prosesi bukaan cupu 26 September 2016 lalu, dalam kain pembungkus cupu yang dibuka terdapat berbagai gambar. Seperti huruf M, Gambar Buaya, Gambar Gunung hingga ditemukan kain pembungkus cupu yang basah. Gambar-gambar itulah yang ditafsirkan oleh masing-masing warga.

Awalnya cupu panjala hanya dijadikan prediksi berhasil tidaknya panen warga, sehingga pembukaannya selalu bertepatan dengan awal musim tanam. Namun seiring perkembangannya, berbagai gambar pola air tersebut ditafsirkan beragam oleh warga, termasuk konstelasi politik nasional.
(Fadhil Nugroho/CN41/SMNetwork)

Meramal Perkara dari Cupu Kiai Panjala Reviewed by on . [caption id="attachment_787578" align="alignnone" width="400"] Foto: Istimewa[/caption] RAMALAN apa yang akan terjadi selama setahun ke depan, diyakini muncul d [caption id="attachment_787578" align="alignnone" width="400"] Foto: Istimewa[/caption] RAMALAN apa yang akan terjadi selama setahun ke depan, diyakini muncul d Rating: 0