Minggu , 25 Juni 2017

Home » Liputan Khusus » Fenomena » Mengatasi Radang Amandel

Mengatasi Radang Amandel

12 Juni 2017 17:10 WIB Category: Fenomena, Laporan, Liputan Khusus Dikunjungi: kali A+ / A-
Foto: zdrowie.dziennik.pl

Foto: zdrowie.dziennik.pl

header sm.com

APA itu amandel dan apakah fungsinya? Amandel adalah organ sistem pertahanan tubuh yang merupakan pabrik lymphosit (sel darah putih), katakanlah amandel adalah markas tentara. Tubuh membutuhkan amandel untuk mengadapi kuman yang melewatinya (lewat makanan dan hirupan nafas). Amandel yang baik diciptakan Tuhan untuk berfungsi sampai usia kira-kira 14 Tahun, setelah itu amandel akan mengecil secara alamiah.

Pada kasus-kasus dimana sejak balita dan anak-anak sering sekali terkena radang tenggorokan, maka biasanya markas tentara tadi sudah berubah menjadi sarang kuman sehingga amandel menjadi besar. Amandel yang bagus (markas tentara) penampilannya berbeda dengan amandel yang sudah menjadi sarang kuman. Amandel atau tonsil merupakan dua kelenjar kecil yang terdapat di dalam tenggorokan. Organ ini berfungsi sebagai pencegah infeksi, terutama pada anak-anak. Seiring  dengan perkembangan umur, sistem kekebalan tubuh mereka makin kuat dan perlahan-lahan tugas tonsil sebagai penangkal infeksi mulai tergantikan. Ketika peran tonsil sudah tidak dibutuhkan lagi, kedua kelenjar ini kemudian berangsur-angsur menyusut

Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan dan Bedah Kepala Leher  RS Columbia Asia Dr. Henny Kartikawati, Mkes SpTHT-KL menjelaskan bahwa kejadian radang amandel (tonsillitis) merupakan penyakit yang sering diderita oleh manusia. Radang amandel yang merupakan salah satu jenis gangguan penyakit pada organ mulut dan sekitarnya. Radang amandel mudah menyerang tak hanya pada anak-anak namun dapat menghinggapi orang dewasa.

Anak-anak usia prasekolah hingga yang berusia pertengahan remaja lebih berisiko terkena tonsilitis. Karena pada kisaran usia tersebut, interaksi dengan kawan-kawan sebaya sangat tinggi sehingga peluang virus atau bakteri untuk menular sangat tinggi juga. Tonsilitis yang disebabkan oleh bakteri paling sering dialami anak berusia 5-15 tahun.

“ Biasanya, gejala awal ditandai dengan terjadinya peradangan pada bagian kedua tonsil yang disebabkan oleh adanya kuman, bakteri atau virus yang berlebihan serta faktor lainnya yang memicu terjadinya peradangan pada amandel. Radang amandel juga merupakan salah satu gangguan kesehatan yang menjalar pada gangguan THT ( Telinga, Hidung dan Tenggorokan ) yang dapat bersifat kronis atau akut,”terangnya.

Gejala radang amandel atau tonsilitis biasanya akan pulih dalam waktu 3-4 hari dengan pengobatan. Gejala-gejalanya meliputi : sakit tenggorokan, amandel berwarna kemerahan dan bengkak, kesulitan atau rasa sakit saat menelan, nyeri telinga, mual, sakit kepala, batuk, lelah, sakit perut / terutama pada anak-anak, demam, perubahan atau kehilangan suara, pembengkakan kelenjar getah bening di leher, munculnya bintik-bintik nanah pada amandel dan bau napas. Pada kasus radang amandel yang diakibatkan oleh infeksi virus, seperti virus pilek atau flu, gejala yang muncul pada umumnya dinilai lebih ringan daripada tonsilitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Meski sebagian besar kasus tonsilitis tidak tergolong serius, namun tetap disarankan untuk menemui dokter jika Anda atau anak Anda mengalami gejala yang berlangsung lebih dari empat hari dan tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan atau gejala menjadi makin parah yang membuat Anda sama sekali tidak bisa makan atau bahkan kesulitan bernafas.

“ Untuk melaksanakan penegakan diagnosis, dokter akan memulai dengan pemeriksaan leher, sekaligus mengajukan pertanyaan perihal gejala-gejala yang dirasakan. Jika tonsilitis disebabkan oleh infeksi bakteri, gejala dapat berupa pembengkakan kelenjar getah bening di bagian tenggorokan, munculnya bintik-bintik nanah di sekitar amandel, dan/atau demam. Sedangkan jika radang amandel disebabkan oleh infeksi virus, gejala-gejala yang muncul dinilai lebih ringan dari infeksi bakteri, dan sering disertai gejala batuk dan pilek,”terangnya.

Lalu bagaimana dengan pengobatan dan pencegahan radang amandel? Sebagian besar kasus tonsilitis akan sembuh dalam waktu satu minggu. Tidak ada obat khusus untuk menangani tonsilitis. Obat biasanya diberikan untuk meringankan gejala atau sebagai pereda rasa sakit. Jika tonsilitis disebabkan oleh bakteri, maka antibiotik bisa digunakan. Selain dengan obat, pemulihan bisa ditunjang dengan istirahat yang cukup dan minum banyak cairan. Pada kasus tonsilitis yang tergolong parah dan kerap kambuh, biasanya dokter terpaksa akan melakukan operasi pengangkatan amandel untuk mengatasi hal tersebut.

“ Operasi pengangkatan amandel diperlukan jika adanya infeksi berulang dan kronis serta terjadi gejala sumbatan nafas. Dahulu operasi amandel dilaksanakan dengan operasi pembedahan yang mengeluarkan darah. Namun sekarang dengan adanya teknik operasi amandel terbaru yaitu dengan alat plasma coblation, operasi dilaksanakan dengan less bleeding atau bahkan tidak berdarah sama sekali. Alat tersebut dapat memotong sambil menghentikan darah,”terangnya.

Masih menurut Henny, kelebihan operasi amandel dengan alat plasma coblation adalah setelah operasi nyeri tidak se-nyeri operasi amandel konvensional, dapat menghindari perdarahan, tidak terlalu invasive / melukai dan operasi menjadi lebih cepat serta temperatur alat lebih dingin hanya berkisar 40 derajat celcius. Untuk itu, sekarang tidak perlu takut untuk operasi amandel karena operasi dilakukan dengan lebih sederhana dan cepat selesai.

Sedangkan untuk pencegahannya, radang amandel dapat dicegah penyebarannya dengan selalu mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet, menggunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung saat batuk atau pilek dan memakai masker saat berada di tempat umum. Hindari menggunakan alat makan maupun minum secara bergantian, khususnya meminjami seseorang yang sedang sakit. Kemudian, perbanyak asupan air mineral, pencegahan amandel bengkak bisa dilakukan dengan mudah hanya dengan memperbanyak asupan air mineral. Memperbanyak asupan air mineral mencegah tenggorokan kering, sehingga menurunkan risiko untuk mengalami amandel bengkak.

“Sebaiknya berikan anak Anda makan makanan yang sehat. karena anak-anak lebih rentan untuk di infeksi, berikan anak makanan yang sehat yang banyak kandungan nutrisinya agar daya tahan tubuh kuat. Yang tak kalah penting, berikan waktu stirahat yang cukup untuk tubuh. Penurunan imun tubuh bisa dikarenakan kelelahan, dan kurang istirahat sehingga bisa dengan mudah terinfeksi oleh berbagai jenis virus termasuk virus yang menyebabkan radang amandel baik secara langsung atau tertular dari orang lain,”saran dokter humoris ini.

(CN41/SMNetwork)

Mengatasi Radang Amandel Reviewed by on . [caption id="attachment_1071910" align="alignnone" width="400"] Foto: zdrowie.dziennik.pl[/caption] APA itu amandel dan apakah fungsinya? Amandel adalah organ s [caption id="attachment_1071910" align="alignnone" width="400"] Foto: zdrowie.dziennik.pl[/caption] APA itu amandel dan apakah fungsinya? Amandel adalah organ s Rating: 0