Jumat , 21 Juli 2017

Home » Suara Kedu » Korupsi Kredit BPD, Debitur Dibidik Jadi Tersangka

Korupsi Kredit BPD, Debitur Dibidik Jadi Tersangka

21 Maret 2017 2:15 WIB Category: Suara Kedu Dikunjungi: kali A+ / A-
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Penyidikan kasus dugaan korupsi dana kredit BPD DIY Cabang Pembantu Playen, Wonosari masih terus berjalan. Namun sejak dinaikkan statusnya ke penyidikan pada Juli 2016, hingga kini belum ada satu pun nama yang ditetapkan menjadi tersangka.

Kendati demikian, Kejaksaan Tinggi DIY sudah membidik debitur pinjaman senilai Rp 4 miliar itu sebagai pihak yang bertanggung jawab. “Dari hasil penyidikan, tersangkanya mengarah ke debitur,” kata Asisten Pidana Khusus Kejati DIY Azwar, Senin (20/3).

Debitur dana pinjaman ini diketahui ada dua orang yakni Dawud Lela Indarto (inisial D), dan Yekti Apriyani (inisial Y). Pasangan suami istri ini merupakan pemilik CV Larasati yang bergerak di bidang konstruksi, dan transportasi. Namun saat ini, keduanya dinyatakan sebagai buron karena tidak memenuhi panggilan penyidik, dan justru tidak diketahui keberadaannya.

“Kami sarankan D dan Y untuk segera datang ke Kejati DIY. Sudah berkali-kali kami layangkan surat namun selalu diabaikan,” ujarnya.

Sejauh ini, sudah puluhan orang dimintai keterangan dalam perkara ini. Penyidik bahkan sampai mendatangi salah satu saksi ke Kalimantan Barat karena pindah domisili.

Disinggung mengenai dugaan keterlibatan oknum internal BPD, Azwar tidak menampik kemungkinan itu. “Soal itu masih didalami. Kasus korupsi lazimnya melibatkan beberapa pihak,” tandasnya.

Berdasar hasil pemeriksaan diketahui CV Larasati sebenarnya tidak layak memperoleh dana kredit sebesar itu. Sebab tidak sebanding dengan usaha, dan nilai agunan. Pengucuran kredit kepada badan usaha itu dilakukan pada tahun 2014 oleh Bank BPD DIY Capem Playen.

Dalam perkembangannya, CV tersebut tidak dapat memenuhi kewajiban membayar angsuran sehingga mengalami kredit macet. Setelah ditelusuri, tanah yang dijadikan jaminan ternyata tidak memenuhi syarat.

CV Larasati selaku kreditur diduga telah melakukan mark up nilai agunan demi memperoleh pinjaman dari BPD DIY yang notabene bank milik pemerintah. Akibat tindakan ini, negara disinyalir mengalami kerugian namun jumlahnya masih dihitung oleh BPKP DIY.

Kasi Penerangan Hukum Kejati DIY Kusuma Jaya Bulo menambahkan pemeriksaan terhadap saksi masih terus berlangsung.

(Amelia Hapsari/CN39/SM Network)

Korupsi Kredit BPD, Debitur Dibidik Jadi Tersangka Reviewed by on . [caption id="attachment_266253" align="alignnone" width="400"] Foto: Istimewa[/caption] YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Penyidikan kasus dugaan korupsi dana kred [caption id="attachment_266253" align="alignnone" width="400"] Foto: Istimewa[/caption] YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Penyidikan kasus dugaan korupsi dana kred Rating: 0