Senin , 26 Juni 2017

Home » Suara Pantura » Komplotan Pembobol Mesin ATM Ditangkap

Komplotan Pembobol Mesin ATM Ditangkap

20 Maret 2017 23:42 WIB Category: Suara Pantura Dikunjungi: kali A+ / A-
GELAR PERKARA: Dua tersangka kasus pembobol mesin ATM berusaha menutupi wajahnya, beserta barang bukti diamankan petugas Polsek Buaran Polres Pekalongan Kota dalam gelar perkara di Mapolsek setempat, Senin (20/3). (suaramerdeka.com/Kuswandi)

GELAR PERKARA: Dua tersangka kasus pembobol mesin ATM berusaha menutupi wajahnya, beserta barang bukti diamankan petugas Polsek Buaran Polres Pekalongan Kota dalam gelar perkara di Mapolsek setempat, Senin (20/3). (suaramerdeka.com/Kuswandi)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com – Komplotan pembobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang beraksi di wilayah Pantura berhasil ditangkap jajaran Polsek Buaran Polres Pekalongan Kota. Komplotan yang diketahui kelompok Palembang tersebut ditangkap usai beraksi di ATM BNI yang berada di Rumah Bersalin (RB) Aisyiyah Pekajangan Pekalongan, Senin (20/3).

Modus pelaku adalah dengan mengganjal mesin ATM. Dua dari tiga pelaku masing-masing Herly (39) dan Sobirin (40), berhasil dibekuk berserta barang buktinya. Sementara, satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri. Barang bukti yang diamankan di antaranya, plastik mika untuk mengganjal mesin ATM, obeng, uang jutaaan rupiah, sejumlah kartu ATM, serta motor milik pelaku.

Keterangan yang dihimpun, pengungkapan kasus tersebut berawal dari korban Aftanul Afif (37) warga Buaran hendak menarik tunai di ATM BNI di RB Aisyiyah Pekajangan Pekalongan, Senin (20/3) pukul 06.00 WIB. Di sela-sela itu, kartu ATM korban diketahui terjepit, dan tidak bisa dikeluarkan kembali. Atas kejadian itu, korban pun sempat risau. Tanpa disadari, seseorang yang tidak dikenal dan belakangan diketahui pelaku sudah stanby di mesin ATM dengan berpura-pura mengantre. Bahkan, pelaku seakan-akan menawarkan jasa, agar korban menghubungi nomor call center yang tertempel di mesin ATM.

Korban pun sempat menghubungi nomor call center dimaksud. Lantaran tak merasa yakin, usai dari mesin ATM, korban pun kemudian mendatangi Kantor BNI Unit Kedungwuni untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya. Sementara, ATM yang semula terjepit di ATM BNI RB Aisyiyah Pekajangan ditinggal begitu saja, karena tak bisa dikeluarkan.

Di Kantor BNI Unit Kedungwuni karena masih pagi kantor belum buka, korban hanya ditemui oleh petugas Satpam. Oleh petugas Satpam, korban disarankan menghubungi call center resmi BNI pusat. Usai menghubungi call center resmi BNI pusat, korban kaget, karena saldo di rekeningnya diinformasikan telah berkurang. Korban pun semakin risau, dan memutuskan pulang ke rumahnya. Tak disangka, ditengah perjalanannya menuju rumahnya, tepatnya di Jalan Raya Sapugaret Buaran, korban melihat sosok seseorang yang tak dikenal tersebut yang sempat bertemu di mesin ATM BNI RB Aisyiyah Pekajangan, dan belakangan diketahui merupakan pelaku.

Korban pun mendatangi seseorang dimaksud. Tetapi, seseorang tersebut, justru lari dengan mengendarai sepeda motornya ke arah utara. Korban semakin menaruh rasa curiga, dan berusaha mengejar jejak pelaku. Dalam aksi kejar-kejaran tersebut, pelaku yang berboncengan sepeda motor justru menabrak Aiptu Kembar dan Bripka Heru Noto, ke duanya anggota Polsek Buaran, dan sedang mengatur arus lalu lintas di perempatan Bligo, serta pelaku sempat terjatuh.

Sementara, petugas dimaksud hanya mengalami luka ringan. Namun demikian, pelaku kembali berusaha kabur ke arah barat, arah pabrik sarung PT Pismatex. Korban pun kembali mengejar pelaku sembari meneriakan maling-maling. Selang berapa lama, pelaku berhasil dibekuk oleh petugas dibantu warga setempat.

Usai ditangkap, ke dua pelaku sempat dihadiahi bokem mentah oleh warga. Beruntung, aksi massa tak berlangsung lama, setelah petugas mengamankan ke dua pelaku, dan membawanya ke Mapolsek Buaran.

“Awalnya saya merasa kesulitan di ATM. Tiba-tiba datang kedua pelaku menawarkan bantuan, beruntung saya sadar jika saldo saya ditransfer ke rekening mereka. Beruntungnya lagi, ke dua pelaku ketemu dan berhasil ditangkap, usai saya dari Kantor BNI Unit Kedungwuni,” tutur Aftanul Afif (37), korban yang diketahui berprofesi sebagai pedagang batik itu.

Dijelaskan, saldo di rekening ATM BNI semula berisi uang Rp 14.808.000,-. Namun demikian, setelah dicek, saldonya tinggal Rp 2.300.000,-. Sehingga uang yang diambil pelaku Rp 12.500.000,-.

Sementara, Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Enriko Sugiharto Silalahi, melalui Kapolsek Buaran AKP Harsono menjelaskan, dalam aksinya modus yang digunakan pelaku dengan mengganjal mesin ATM dengan menggunakan plastik mika. Hal itu otomatis, kartu ATM yang sudah masuk tidak bisa dikeluarkan.

Dari situlah, pelaku mulai beraksi, pura-pura antre dan memberi pertolongan.

“Pelaku mengarahkan korban untuk menghubungi call center palsu yang sudah ditempel pelaku hari sebelumnya di mesin ATM. Dari situ, korban juga dipandu oleh operator palsu. Jadi komplotan tersebut memiliki peran masing-masing,” terang AKP Harsono.

Dikatakan, dua pelaku yang ditangkap merupakan eksekutor. Sementara, untuk pemandu operator palsu masih dikembangkan. Termasuk, melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lain yang kabur.
(Kuswandi/CN40/SM Network)

Komplotan Pembobol Mesin ATM Ditangkap Reviewed by on . [caption id="attachment_982354" align="alignnone" width="400"] GELAR PERKARA: Dua tersangka kasus pembobol mesin ATM berusaha menutupi wajahnya, beserta barang [caption id="attachment_982354" align="alignnone" width="400"] GELAR PERKARA: Dua tersangka kasus pembobol mesin ATM berusaha menutupi wajahnya, beserta barang Rating: 0