Selasa , 27 Juni 2017

Home » Nasional » Ketimpangan Ekonomi Nasional Harus Diatasi

Ketimpangan Ekonomi Nasional Harus Diatasi

21 April 2017 17:24 WIB Category: Nasional Dikunjungi: kali A+ / A-
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Majelis Ulama Indonesia melalui Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat akan menyelenggarakan Kongres Ekonomi Umat Islam dengan tema “Arus Baru Ekonomi Indonesia” yang akan diselenggarakan pada 22-24 April 2017 di Hotel Sahid, Jakarta, yang akan dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

“Kongres Ekonomi Umat ini berangkat dari kenyataan atas kondisi ekonomi bangsa Indonesia semakin timpang, baik dari sisi pendapatan maupun penguasaan aset-aset ekonomi,” ujar Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Pusat, M Azrul Tanjung, di Jakarta, Jumat (21/4).

Dikatakan, Kongres Ekonomi Umat tersebut bertujuan agar dapat tercapainya stabilitas pertumbuhan dan pemerataan Ekonomi Indonesia serta memperkuat ekonomi umat Islam.

“Juga merupakan solusi mengatasi ketimpangan ekonomi yang semakin menganga,” papar dia.

Dengan mengambil tajuk “Arus Baru Ekonomi Indonesia” , diharapkan akan tercipta tatanan sistem perekonomian nasional yang adil, merata, dan mandiri dalam mengatasi kesenjangan ekonomi.

Satu wacana penting yang akan digagas dalam Kongres, demi segera terciptanya Arus Baru Ekonomi Indonesia, yaitu menegakkan kedaulatan ekonomi umat. Langkah kongkritnya, yaitu dengan mempercepat redistribusi dan optimalisasi sumber daya alam secara arif dan berkelanjutan.

Kongres itu juga berupaya mengkritisi penguasaan pihak tertentu atas kepemilikan modal yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Nantinya kongres juga berupaya menggerakkan ekonomi umat melalui Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, menjadi berbasiskan syariah dan menjadi pelaku usaha utama perekonomian nasional. Selain itu, juga akan mewujudkan mitra sejajar Usaha Besar dengan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dalam sistem produksi dan pasar terintegrasi.

Niatan yang paling penting dalam Kongres ini, adalah pengarusutamaan ekonomi syariah dalam perekonomian nasional dalam bingkai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Bahkan, yang paling utama, akan segera dibentuk Komite Nasional Ekonomi Umat untuk mengawal Arus Baru Perekonomian Indonesia.
(Satrio Wicaksono/CN41/SMNetwork)

Ketimpangan Ekonomi Nasional Harus Diatasi Reviewed by on . [caption id="attachment_37654" align="alignnone" width="363"] Foto: Istimewa[/caption] JAKARTA, suaramerdeka.com - Majelis Ulama Indonesia melalui Komisi Pember [caption id="attachment_37654" align="alignnone" width="363"] Foto: Istimewa[/caption] JAKARTA, suaramerdeka.com - Majelis Ulama Indonesia melalui Komisi Pember Rating: 0