Minggu , 30 April 2017

Home » Suara Pantura » Kemenlu Beri Kuliah Umum di UPB Brebes

Kemenlu Beri Kuliah Umum di UPB Brebes

21 April 2017 7:12 WIB Category: Suara Pantura Dikunjungi: kali A+ / A-
Foto: KULIAH UMUM: Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan (P2K2) Amerika-Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Leonard F Hutabarat memberikan kuliah umum di Universitas Peradaban Bumiayu, Brebes. (suaramerdeka.com / Teguh Inpras Tribowo)

Foto: KULIAH UMUM: Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan (P2K2) Amerika-Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Leonard F Hutabarat memberikan kuliah umum di Universitas Peradaban Bumiayu, Brebes. (suaramerdeka.com / Teguh Inpras Tribowo)

BREBES, suaramerdeka.com – Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Peradaban Bumiayu (UPB), Brebes, menggelar kuliah umum dengan menghadirkan Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan (P2K2) Amerika-Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Leonard F Hutabarat, Kamis (20/4).

Dalam kuliah umum yang bertajuk “Kebijakan Amerika Serikat (AS) di Bawah Presiden Donald Trump: Peluang dan Tantangan bagi Indonesia”, mahasiswa dikenalkan politik internasional dengan cara memamahi kepentingan negara-negara besar atau regional di kawasan Asia. Selain itu, juga bagaimana sikap atau posisi Indonesia setelah Donald Trump terpilih sebagai Presiden AS.

Dekan FISIP UPB Tundjung Linggarwati mengatakan, kuliah umum merupakan bagian dari kegiatan akdemik. Dihadirkannya para praktisi sebagai dosen tamu diharapkan akan meningkatkan kualitas intelektual mahasiswa. Selain itu, mahasiswa akan memiliki kemampuan analisa yang baik dengan bekal perspektif keilmuannya dan tidak berpikir emosional.

Sementara itu, Leonard dalam salah satu pemaparannya menyebutkan bahwa kebijakan sebuah negara dibuat berdasarkan atas kepentingan untung-rugi negara yang bersangkutan. Dia mencontohkan kebijakan AS yang keluar dari pakta perdagangan Trans-Pacific Partnership (TPP) yang digadang-gadang bisa mendorong AS berkompetisi dengan Cina. ”Tapi mengapa AS memilih keluar? Karena kerja sama tersebut dipandang (Donald Trump) lebih banyak merugikan AS,” kata Leonard.

Lalu bagaimana sikap Indonesia terhadap berbagai kebijakan AS di bawah kepemimpinan Donald Trump?  Leonard menegaskan bahwa AS merupakan salah satu dari lima negara mitra dagang utama Indonesia. Artinya, kepentingan Indonesia terhadap AS cukup besar untuk perdagangan dan investasi.

”Kita (Indonesia) tetap cari terobosan untuk  menyeimbangkan hubungan ekonomi dan perdagangan dengan AS. Kalau kedepan AS lebih memprioritaskan hubungan bilateral, Indonesia siap menjajakinya,” katanya.

(Teguh Inpras Tribowo / CN26 / SM Network)

Kemenlu Beri Kuliah Umum di UPB Brebes Reviewed by on . [caption id="attachment_1017421" align="alignnone" width="400"] Foto: KULIAH UMUM: Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan (P2K2) Amerika-Ero [caption id="attachment_1017421" align="alignnone" width="400"] Foto: KULIAH UMUM: Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan (P2K2) Amerika-Ero Rating: 0